Polisi Ungkap Peredaran Sabu 6 Kg di Tangerang Kota

oleh -
Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, S.IK, M.Hum (tengah) Saat Menunjukkan Barang Bukti, saat press release di aula Mapolres, Selasa (14/4/2020).

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram jaringan lapas di Jakarta dan Banten.

Pengungkapan tersebut dari pengembangan penangkapan salah satu tersangka di daerah Pasar Kemis Kabupaten Tangerang pada 5 februari 2020 hingga ke daerah Bandung Jawa Barat pada 11 april 2020 dengan mengamankan 12 orang tersangka dan total barang bukti 6.023,65 gram brutto.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto didampingi Kasat Narkoba AKBP Aldo Ferdian saat konferensi pers di aula Mapolres. Pada Selasa (14/4/2020) lalu.

“Anggota menyita barang bukti tersebut berdasarkan hasil pengembangan penangkapan tersangka berinisial OD di daerah pasar kemis kemudian dikembangkan ke daerah Cipondoh, Serpong hingga ke daerah Bandung Jawa Barat,” ujar Kapolres.

Dikatakannya, pelaku yang berhasil diamankan yakni inisial OD (21), BS (32), AR (34), SL (36), EK (37), US (38), FZ(35), FS (35), ED(30), GZ (33), FR (30), dan RS (30).

Sugeng menceritakan, dari daerah pasar Kemis disita sebanyak 3 paket seberat 51,01 gram, di Cipondoh sebanyak 3 paket seberat 182,44 gram, dari daerah Serpong Tangerang Selatan sebanyak 16 paket dengan berat 204,1 gram.

“Setelah itu anggota kembali mengembangkan kasus tersebut ke daerah Cipondoh dan Serpong dengan masing-masing menyita barang bukti, 20 gram, 1,93 gram, 939,57 gram, 4,000 gram serta ke daerah bandung menyita sebanyak 13 paket dengan berat brutto 534,7 gram sabu,” jelasnya.

Dari total berat pengungkapan peredaran narkoba jaringan lapas
tersebut pihaknya menyelamatkan generasi bangsa sebanyak 31.150 jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana mati,” tukasnya. (yuyu)