Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

oleh -
Polres Bandara Soetta

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 750 gram dan 6.721 pil ekstasi.

“Berhasil mengagalkan narkoba jenis Sabu pada bulan Oktober 2018 seberat 7,5 Kg (tujuh koma lima kilo gram) dan pada 03 November 2018 berhasil mengamankan narkoba jenis Ektasi sebanyak 6721 butir, dengan pelaku lima orang, tiga pria dan dua wanita asal Malaysia,” Ungkapnya.

Lebih jauh, Orang nomer satu dijajaran Polresta BSH (Kapolres) ini, menambahkan, terungkapnya kasus upaya penyelundupan ribuan extasi berawal dari petugas Bea cukai bersama Petugas kepolisian BSH yang mencurigai dan memeriksa penumpang pesawat Air asia nomer penerbangan AK 380 tujuan Malaysia – Indonesia inisial NRA namun tidak menemukan Barang bukti (BB).

“Setelah dilakukan interogasi diperoleh keterangan bahwa inisial NN membawa narkoba bersama rekannya inisial NR, selanjutnya petugas melakukan pengejaran terhadap NRA dan berhasil diamankan disebuah Hotel di Jakarta, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan BB diselipan celana NRA berupa 3 (tiga) kantong plastik yang berisi narkotika jenis Ektasi sebanyak 2721 (Dua ribu tujuh ratus duapuluh satu) butir.

NRA dan NN mengaku membawa BB tersebut atas perintah TN (Buron) diduga berada di Malaysia). Setelah melakukan penangkapan NRA dan NN, selanjutnya dilakukan control Delivery dan BB Ektasi tersebut diambil oleh CS dan YC atas perintah RW (DPO).

Berdasarkan keterangan CS dan YC sebelum tertangkap sudah mengambil narkotika Ektasi di Jakarta – timur, dan BB tersebut disimpan di dalam mobil Inova yang diparkir di depan rumah CS di Tangerang.

Selanjutnya petugas berhasil mengamankan mobil Inova milik CS yang didalamnya terdapat 4 (empat) bungkus plastik yang berisi narkotika Ektasi sebanyak 4.000 (empat ribu) butir,” tutupnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polresta BSH Ipda Riyanto, menambahkan, Kapolda Metro jaya menetapkan kejahatan narkoba sebagai salah satu bentuk gangguan kamtibmas yang menjadi prioritas untuk ditangani pihak kepolisian khususnya Jajaran Polda Metro jaya.

“Menyikapi kebijakan tersebut Sat Res Narkoba Polresta BSH bekerja sama dengan Stake holder yang ada di BSH, secara konsisten melakukan upaya pemberantasan kejahatan narkoba dan berusaha untuk mengungkap jaringanya, diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran gelap narkoba,” katanya

Lanjut perwira Polri yang belum ada satu bulan menjabat sebagai Kasubag Humas ini, menyampaikan, atas perbuatan upaya penyelundupan narkoba di BSH, para Pelaku bisa terancam hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

“Tersangka NRA, NN, CS, YC, dapat disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 5 (lima) tahun dan maksimal seumur hidup atau Mati,” tutupnya.(Ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.