Polresta Banyumas Ringkus 2 Pengedar Narkoba serta Pembuat Tambakau Sintetis dan Ganja

oleh -
img 20230413 wa0048
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu SIK, MH

NASIONALNEWS.ID,BANYUMAS-Sat Narkoba Polresta Banyumas berhasil meringkus dua pelaku peredaran obat kemasan daftar G dan Psikotropika serta produksi tembakau sintetis dan ganja. Hal tersebut dipaparkan oleh Kapolresta Banyumas dalam konferensi pers di depan awak media yang bertempat di pendopo joglo Polresta Banyumas, Kamis (13/4/23).

 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu SIK, MH, menjelaskan bahwa konferensi pers ini merupakan hasil dari penangkapan tersangka narkoba pada tanggal 1 April 2023 yang kemudian dikembangkan ke wilayah Maos Kab. Cilacap.

 

“Sebelumnya kita mengamankan LW (23) warga Sokaraja tengah disebuah Barbershop Jl. Jenderal Sudirman Kec. Purwokerto Timur karena diduga sering bertransaksi obat-obatan terlarang. Setelah kita kembangkan ternyata obat-obat tersebut diperoleh dari IW (26) warga Maos Kab. Cilacap”, ungkap Kapolresta Banyumas.

 

Dari informasi tersebut, selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap IW (26) dan melakukan penggeledahan dirumahnya di Jl. Maoslor Kec. Maos Kab. Banyumas.

 

“Pada saat dilakukan penggeledahan diamankan barang bukti 132.688 butir obat daftar G, dan 2.020 butir obat psikotropika. Selain itu kami juga mengamankan bahan pembuat tembakau sintetis, liquid sintetis siap edar sebanyak 12 botol ukuran 10 ml dan 4 botol berukuran 5 ml. Kemudian juga ada 109,8 gram tembakau sintetis siap edar, daun serta biji batang ganja siap edar seberat 30,86 gram,” ujarnya.

img 20230413 wa0046
Polresta Banyumas saat gelar konferensi pers di hadapan awak media.

Kapolresta juga mengungkapkan bahwa pelaku IW adalah residivis kasus narkotika pada tahun 2016.

Berdasarkan keterangan pelaku, obat-obatan tersebut dijual oleh mereka secara ecer 50 ribu perbutir, jadi total keseluruhan jika dirupiahkan senilai Rp. 673.640.000,-. Sedangkan untuk tembakau sintetis dijual seharga 1 juta rupiah berisi 5 paket.

 

Atas perbuatan, Kapolresta Banyumas ungkapkan sanksi bagi kedua pelaku.

“Untuk pelaku LW dijerat dengan Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara, serta Pasal 60 ayat (4) UU RI No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun,” tuturnya

 

“Sedangkan tersangka IW dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika atau Pasal 113 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika memproduksi atau menyalurkan narkotika golongan I dan Pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika, dengan penjara paling singkat lima tahun,” tegasnya

 

Sementara Sri Ajiyono Nugroho merupakan  perwakilan dari BPOM, mengatakan bahwa kandungan dari tembakau sintetis mengandung bahan kimia yang efeknya lebih berbahaya dari ganja biasa antara lain menyebabkan detak jantung lebih meningkat bahkan bisa menimbulkan keinginannya untuk bunuh diri.

 

“Ganja sintetis ini dapat merusak syaraf otak karena bahan ini bekerja pada susunan syaraf pusat. Dari beberapa kasus tindak pidana yang terjadi juga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang”, ungkapnya.

 

Sedangkan ketua Granat Kab. Banyumas Frans Fadlan mengungkapkan, dari Granat Banyumas sangat mengapresiasi kinerja Polresta Banyumas yang telah melakukan penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba.

 

“Saya sangat mengapresiasi atas hal Ini karena Polresta Banyumas berhasil mengungkap kasus ini sampai ke produsennya. Kami sadari bahwa efek narkoba ini sangat bahaya, banyak korban dari anak dibawah umur dimana mereka terbawa oleh lingkungannya”, ungkapnya.

 

Terkait dengan hal tersebut, Kapolresta Banyumas mengimbau kepada masyarakat terutama kepada para orang tua agar melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anaknya agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba.

 

“Mari bersama-sama melaksanakan program nasional P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba) untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari narkoba khususnya di wilayah Kab. Banyumas”, imbau Kapolresta. (IMAM S)

No More Posts Available.

No more pages to load.