Restorative Justice Gagal, Proses Hukum Ketum PPWI akan Berlanjut ke Pengadilan

oleh -
oleh
img 20220413 083143

NASIONALNEWS.ID LAMPUNG TIMUR – Kasus pengerusakan dengan tersangka Ketua Umum Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI),  WL (57) akan berlanjut di pengadilan, setelah gagalnya upaya restorative justice (RJ). Kejaksaan Negeri Lampung Timur (Kejari Lamtim) segera melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sukadana, setelah berkas dinyatakan P21

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamtim, Ariana Juli Astuty, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan, bahwa sebelumnya telah diupayakan restorative justice (RJ) tetapi mengalami kegagalan. Kejari Lamtim telah menerima pelimpahan kasus pengrusakan barang dengan tersangka Ketum PPWI, WL  (57) dan dua pengurus PPWI lainnya ES (48) dan AR (47), pada

“Setelah dilimpahkan oleh penyidik Polres Lamtim, berkas serta barang bukti  kemudian diperiksa dan diteliti kembali oleh Kejari Lamtim. Setelah berkas dinyatakan P21 akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sukadana,” ujar Iskandar, Selasa (12/4/2022).

Dari pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan, penyidik di Kejari Lamtim menyatakan perkara tersebut sudah lengkap atau P21 sehingga siap dilimpahkan ke PN Sukadana untuk disidangkan.

“Kemudian dalam perkara tersebut Kajari Lamtim juga sudah  menunjuk Tim yang terdiri dari lima orang  Jaksa sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara pengrusakan tersebut,” terangnya.

Namun lanjut Iskandar, sebelum kasus itu dilimpahkan ke PN Sukadana, Kejari Lamtim pada Jumat (8/4/2022) mencoba melakukan upaya restorative justice, dengan menemukan para tersangka dengan pihak pelapor yaitu wakil Tokoh Masyarakat Adat Buay Beliuk dan pengusaha papan bunga yang dirusak.

“Hanya saja upaya restorative justice yang dilakukan tersebut gagal. Sebab baik pelapor dari perwakilan Tokoh Masyarakat adat Buay Beliuk Desa Negeri Tua, Kecamatan Marga Tiga, maupun pengusaha papan bunga, meski telah memaafkan perbuatan ketiga tersangka, namun tetap kukuh dengan pendirian mereka agar proses hukum kasus tersebut  tetap terus berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dengan kata lain kasus pengrusakan yang diduga melibatkan ketiga tersangka yaitu, WL, ES dan AR tersebut, harus diperoses hingga ke persidangan agar bisa menjadi  efek jera bagi para pelakunya.

“Karena upaya restorative justice gagal, Tim Penyidik Kejari Lamtim akan segera melimpahkan kasus pengrusakan tersebut ke PN Sukadana untuk disidangkan. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP,” tandasnya. (Awi)

No More Posts Available.

No more pages to load.