Sumiati Tak Terima Anaknya Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

oleh -1.209 views

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Melihat perlakuan Polisi pada anaknya, Sumiati tak terima. Hal itu diungkapkan setelah melihat video yang viral di media sosial anaknya jadi korban salah tangkap kasus Narkoba, Selasa (5/10/2019) malam, di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Sumiati mengungkapkan, dirinya tidak terima anaknya diperlakukan Polisi seperti di Vidio yang viral di media sosial.

“Secara pribadi saya tidak terima perlakuan polisi terhadap anak saya, apalagi ditodong senjata,” ujar Sumiati di depan awak media, Kamis (7/11/2019).

Video : Viral Oknum Buser Salah Tangkap Terekam CCCTV

Sumiati juga menjelaskan bahwa anaknya selama ini berprilaku baik, jangankan narkoba, minum minuman keras, merokok juga tidak pernah.

“Jujur saya sock mendengar anak saya ditangkap, walaupun sudah dipulangkan, kita lihat perkembanganya,” tambahnya.

Sebelumnya anaknya menjadi korban salah tangkap di tim Unit Narkoba Polsek Cengkareng, Selasa (05/11/2019) malam pukul 23.00.

Awalnya pihak keluarga merasa bingung harus mencari kemana anaknya yang ditangkap, karena tidak ada keterangan dari pihak kepolisian dari polsek atau polres mana. Lantas pihak keluarga memohon pemilik tokoh untuk melihat rekaman CCTV yang terpasang di depan tokohnya.

Sempat lama keluarga menunggu rekaman dan akhirnya terbukalah rekaman CCTV tersebut, dan keluarga sambil merekam kronologinya. Keluarga bergegas ke Polsek Kalideres untuk mencari kebenaran panangkapan tim Buser tersebut, namun keluarga tidak mendapatkan anaknya disitu. tidak kenal lelah keluarga lantas mencari informasi ke Polsek Cengkareng dan benar AG ditahan Polsek Cengkareng.

Dengan berdasarkan rekaman CCTV warga sekitar, AG korban salah tangkap dipulangkan Polsek Cengkareng Kamis (07/11/2019) pagi. Sebelumnya viral di media sosial terkait penangkapan polisi terhadap AG.

Sementara warga sekitar TKP mengatakan, korban salah tangkap AG orangnya pendiam dan baik dan tidak pernah macam-macam.

“Kita kaget aja kalau AG ditangkap kasus narkoba, padahal setahu saya jangankan narkoba, merokok minum minuman keras saja tidak pernah,” ujarnya.

Warga berharap ada tindakan tegas terhadap para anggota yang salah tangkap.

Sementara Aktivis muda Darsuli sangat menyayangkan kejadian tersebut, harusnya polisi lebih profesional. Sebelum menangkap harusnya di pastikan benar apa tidak sasaranya.

“Pastikan dulu tersangkanya, jangan main tangkap.melihat Vidio tersebut, jelas korban yang benar- benar tidak bersalah akan mengalami sock berat, apalagi ditodong dengan Laras panjang,” ujarnya.

Darsuli juga menambahkan, apalagi korban mempunyai istri yang sedang mengandung, ini juga sangat mempengaruhi kejiwaan istrinya.

“Coba ketika istrinya mendengar lalu kaget dan bisa jadi mengalami keguguran, kan kasian,” tambahnya.

Dirinya berharap Polisi sebelum bertindak harus pastikan dulu benar apa tidak sasaranya yang akan ditangkap, agar tidak salah sasaran.

“Buktikan kinerja polisi profesional, masyarakat kita sudah dewasa apalagi diera digitalisasi, baik buruk kinerja polisi masyarakat bisa menilai,” pungkasnya. (BB)