Terkait Kontrak dan Potensi Mangkrak, Dirut PDAM TB Bungkam

oleh -
PDAM

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng (Dirut PDAM TB), Sumarya enggan menjawab pertanyaan wartawan. Tidak ditanggapi konfirmasi atas imbas kasus pencurian pipa HDPE bernilai milyaran rupiah yang berpotensi mangkraknya pembangunan jaringan distribusi utama (JDU) dan adanya kejanggalan yang dilakukan PT Moya dalam kontrak kerja dengan PDAM TB, yang di sub kontrak dan di sub kontrak lagi.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Gagasan Aspirasi Generasi Anti Korupsi (LSM GAGAK) Mustain Billah Marap SH yang juga praktisi hukum menyebutkan, bahwa seharusnya PDAM TB transparan terkait kontrak dengan PT Moya apakah boleh di sub kontrak lagi dan lagi.

“Justru dengan transparannya PDAM TB, kawan-kawan yang aktif di Jurnalis dan LSM akan ikut mengontrol kerja PT Moya sesuai tupoksinya,” jelas Mustain.

Menurutnya, kasus pencurian ratusan pipa yang ditangani Polsek Benda, mungkin ada imbasnya ke proses pembangunan JDU PDAM TB, bisa terlambat penyelesaiannya, bahkan mangkrak.

“Wanprestasi bisa terjadi, dari proses pembangunan JDU bila terlambat atau mangkrak,” ujarnya.

Mustain menambahkan, sanksi bila terlambat atau mangkrak itu harus jelas dan sub kontrak di sub kontrak lagi kalau itu melanggar harus ada sanksinya juga.

“Kalau Dirut PDAM TB tidak transparan, ini akan menimbulkan kecurigaan dan timbul dugaan menerima gratifikasi agar PT Moya tidak mendapatkan sanksi,” tutupnya. (Yuyu/SL)