Tuntaskan Kasus, Polres Pulau Buru Gelar Press Release Akhir Tahun 2019

oleh -

NASIONALNEWS.ID, MALUKU – Dalam rangka penegakan hukum di wilayah hukum Mapolres Pulau Buru, Polres Pulau Buru menggelar Press Release yang diadakan di Aula Mapolres Pulau Buru, Senin (23/12/2019).

Kapolres Pulau Buru, AKBP Hi.Ricky Puranama Kertapati mengatakan, kasus kriminal dari tahun 2018 hingga tahun 2019 yang masuk di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) dapat diselesaikan dengan baik.

Kasus yang sudah terselesaikan yaitu, kasus illegal mining/ Pertambangan tahun 2018 sebanyak 13 tersangka dan tahun 2019 sebanyak 31tersangka, sedangkan kasus Curanmor pada tahun ini semuanya 8 kasus, kemudian kasus pembunuhan untuk tahun 2018 yaitu satu kasus, sedangkan tahun 2019 itu ada dua kasus.

“Semunya sudah diselesaikan dengan baik kerana hukum, termasuk pelimpahan P.21 ke pihak Kejaksaan Negeri,” kata Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, untuk kasus pembakaran pada tahun 2018 kasus ini tidak ada, sedangkan tahun 2019 ada Dua kasus pembakaran yakni, kasus di Desa Waekatin Kecamatan Namrole yang sudah dilimpahkan P. 21 dan kasus pembakaran Pasar Inpres Namlea atas nama Joni Umasugi.

“Untuk kasus penemuan mayat pada tahun 2018 di Gunung Botak itu ada satu kasus, sementara ini dalam lidik Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tahun 2019 ada dua kasus yakni kasus di penginapan Delta dan kasus di Dataran Waeapo, kemudian kasus penganiayaan di tahun 2018 itu Nihil, sedangkan tahun 2019 dua kasus kini sudah dilimpahkan P.21 yaitu kasus pemotongan telinga anak dibawah umur dan tersangka atas nama AT yang mengakibatkan tujuh orang mengalami korban,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan, untuk kasus Satwa tahun 2018 itu Nihil dan tahun 2019 pada bulan Juli 2019 telah diamankan ratusan burung Kasturi merah di KM Tidar dan koordinasi dengan balai konservasi SDA disepakati dilepaskan di hutan unit 15, selain itu juga ada pengerusakan terhadap rumah Ibadah untuk tahu 2018 itu tidak ada sedangkan tahun 2019 itu satu kasus pengerusakan Patung Patmasena.

Terakhir untuk kasus perjudian togel di tahun 2018 ada satu kasus yang sudah dilimpahkan P.21 di rumah tersangka Desa Namlea dan tersangka atas nama AET dan selanjutnya untuk tahun 2019 itu ada tiga kasus yang sudah ditingkatkan menjadi P.21 yaitu penjualan togel di kedai kopi pasar inpres Namlea, tersangka atas nama J, E dan D dan satu kasus juga togel Online atas nama YT dan E termasuk A.

Selain Kapolres, acara ini juga dihadiri Wakapolres Pulau Buru, Kompol Hi.Bachry Hehanussa, Kabag Humas dan sejumlah Kasat, termasuk Kasat Reskrim Mapolres Pulau Buru, AKP Uspril.W.Futwembun.

(Adam’s)