Warga Alar Jiban Kohod Yang Terkena Relokasi Buat Surat Tanah Dimintai 30 Juta Padahal Biaya Sudah Ditanggung PT

oleh -
9175c1612f6b6c88be65064c2cd67a5a
Ilustrasi

Nasionalnews.id.Tangerang – Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, yang terkena relokasi dimintai biaya pembuatan surat tanah sebesar Rp30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah) oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Kohod inisial UK dengan luas tanah 946 m2.

Biaya tiga puluh juta tersebut diminta Sekdes Kohod dengan dalih untuk pembuatan persyaratan untuk PPJB, agar lahan tanah milik warga inisial AR dibayar oleh pengembang. Setelah uang tiga puluh juta tersebut diserahkan ke Sekdes Kohod sampai saat ini AR hanya menerima surat tanda terima.

Lahan tanah tersebut awalnya seluas 36000 m2 surat sertifikat, kemudian sebagian tanah tersebut dijual oleh keluarga AR dan saat ini tersisa 946 m2, tanpa adanya surat keterangan apapun dari aparatur desa hingga saat ini sampai adanya relokasi dari pengembang (PT)

“Tanah saya ini waris dasar suratnya sertifikat, dijual sebagian sama keluarga sisanya 946 m2, seharusnya ada surat keterangan telah dijual sebagian, begitu ada relokasi saya disuruh buat AJB sama Sekdes Kohod dimintai Rp 40 juta, akhirnya saya tawar biaya jadi 30 juta,” tutur warga Kohod inisial AR kepada wartawan,” Sabtu (29/6/2024).

Menurut AR, biaya pembuatan AJB lahan tanah miliknya seluas 946 m2 keseluruhannya berikut biaya ukur Rp33.800.000. Yang saat ini kata AR tidak ada kejelasannya mengenai surat AJB tersebut, meski dirinya sudah menanyakan ke Sekdes Kohod UK.

“Uang pembayaran AJB sudah saya kasih ke Sekdes Kohod UK ada yang transfer dan cash, biaya yang saya keluarin semunya Rp33.800.000, tapi sampai saat ini saya belum dikasih surat AJBnya sama Sekdes Kohod UK,” kesalnya.

Hal yang sama diucapkan warga Alar Jiban, Desa Kohod inisial U, memiliki lahan tanah seluas 2000 m2 surat sertifikat, yang dimintai biaya sebesar Rp60.000.000 oleh aparatur Desa Kohod. Akan tetapi uang tersebut, kata U tidak ia berikan karena dirinya tidak mempunyai uang sebesar itu.

“Saya punya tanah luas 2000 m2 sertifikat, lalu disuruh pecah empat sama aparatur Desa Kohod, dengan alasan terlalu luas tidak akan dibayar oleh PT, lalu saya dimintai biaya Rp60.000.000 sama aparatur Desa Kohod, tapi tidak saya kasih karena uangnya tidak ada,” ucapnya.

Disisi lain pihak PT Kukuh Mandiri Lestari ASG, H Eman Sulaeman mengatakan, bahwa untuk pembiayaan tukar menukar sudah ditanggung oleh pihak PT, termasuk biaya pembuatan surat tanah milik warga sudah ditanggung PT.

“Biaya tukar menukar dan pembuatan surat tanah warga sudah ditanggung oleh pihak kami (PT) asal jangan lebih dari 3 surat, bila suratnya girik atau AJB cukup dibuatkan surat keterangan dari desa, dan kalau dasarnya sertifikat tidak usah buat surat dari desa,” paparnya.

Sementara itu saat dihubungi via telpon whats app, Sekdes Kohod UK mengaku, sudah menanyakan alas hak surat-surat tanah milik AR yang luasnya 946 m2. Lalu kata UK, bahwa tanah milik AR tidak ada surat-suratnya sama sekali, kemudian UK membuat surat untuk alas haknya.

“Waktu AR mau buat surat tanah, saya tanya tidak ada alas haknya, maka saya buatkanlah alas haknya untuk di PT nanti diminta secara menyeluruh baik yang sudah punya alas hak atau yang belum,” terangnya.

Lanjut UK memaparkan, bahwa dirinya telah mencabut surat girik atau C desa tanah milik AR untuk membuat alas haknya. Pasalnya kata UK, saat penjualan tanah milik AR yang pertama suratnya tidak dikembalikan, sehingga tanah tersebut tidak memiliki surat.

“Girik atau C desanya tanah AR saya tarik, karena saya buatkan alas haknya, sewaktu penjualan pertama AJB nya tidak dikembalikan, dan kalau memang sertifikat dia punya, seharusnya ada pengembalian sertifikat sisanya tanah yang dijual,” ujarnya.

UK mengaku, uang yang telah diberikan AR sebesar RP33.800.000 untuk biaya pengurus semua surat-surat tanah AR, dari mulai pengukuran pertama hingga sampai selesai untuk diajukan ke pihak PT agar pembayaran berjalan lancar.

“Itu hasil kesepakatan bersama biayanya, saya harus bayar yang ukur, terus bayar segala yang lainnya, oleh karena itu saya koordinasi dengan PT biar nanti di tempat yang baru ada alas haknya, prosesnya sedang berjalan di notaris, biar nanti dibuatkan juga PPJB di PT,” ungkapnya.(ig)

No More Posts Available.

No more pages to load.