Warga Pesisir Pantai Wadio Keluhkan Dugaan Pencemaran Limbah

oleh -

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Menurunnya hasil tangkapan ikan membuat warga pesisir pantai Wadio mengeluh. Hal tersebut lantaran diduga adanya pencemaran limbah serbuk kayu yang merupakan milik PT. Eka Dwika Perkasa.

Pembuangan limbah PT. Eka Dwika Perkasa menyebabkan laut di sekitar pantai Wadio tercemar sehingga warga yang bergantung hidup di laut makin sulit mendapatkan ikan di pesisir pantai.

Salah satu warga Jeksen M. Wonsiwor saat ditemui mengatakan, bahwa dirinya beserta warga lain merupakan warga pinggiran yang mendiami pantai. Untuk kelangsungan hidup, warga pesisir pantai ini bekerja sebagai nelayan. Adanya limbah, membuat penghasilan mereka menurun.

“Dengan adanya limbah kayu PT. Eka Dwika Perkasa yang mencemari laut pesisir pantai Wadio, membuat warga kesulitan saat membuang jaring ikan. Karena limbah serbuk kayu terbawa oleh ombak yang mengakibatkan ikan di pesisir pantai Wadio berkurang. Tentunya, adanya limbah berimbas pada penghasilan kita,” ujarnya.

Dijelaskan Jeksen, sebelum tercemari limbah milik PT. Eka Dwika Perkasa, dalam sehari tangkapan ikan para nelayan cukup banyak. Namun kata Jeksen, setelah adanya tumpahan serbuk kayu merbau, pendapatan ikan para nelayan tidak menentu.

“Terkadang kita pulang dengan tangan kosong. Tidak ada ikan yang bisa kami bawa pulang. Dalam hal ini PT. Eka Dwika Perkasa harus bertanggung jawab atas pencemaran limbahnya,” tegas Jeksen.

Lebih lanjut Jeksen menjelaskan, selain pencemaran air pantai Wadio, asap pabrik arang juga mengganggu kesehatan warga. Menurutnya, asap arang sangat berbahaya bagi pernafasan.

“Asap arang ini jauh lebih parah, karena asapnya membuat polusi udara sehingga menimbulkan sesak nafas ketika terhirup oleh warga sekitarnya,” ucap Jeksen.

Jeksen berharap, agar PT. Eka Dwika Perkasa tidak hanya memikirkan keuntungan perusahaan, tetapi juga harus memikirkan nasib warga di sekitar perusahaan.

“Kalau bisa pihak perusahaan segera memperbaiki pagar pembatas yang rubuh, supaya tidak mengakibatkan pencemaran yang dapat merusak laut dan polusi udara,” harap Jeksen.

Hal senada juga di sampaikan oleh Frans Kapisa seorang warga yang juga mendiami pesisir pantai Wadio, bahwa dengan adanya serpihan serbuk kayu, sangat menggangu aktifitas warga dalam menangkap ikan. Bahkan, para warga kerap menjaring ikan namun tidak membuahkan hasil.

“Ketika warga membuang jaring ke laut maka yang kami angkat jaringnya bukan ikan, tetapi limbah serbuk kayu yang sudah tercemar di pantai,” beber Frans.

Menurut Frans, kondisi tersebut dapat mengancam kelangsungan hidup warga sekitar. Dirinya berharap, agar kedepannya pihak perusahaan bisa mencari tempat khusus untuk membuang limbah serbuk kayu. “Jangan lagi buang limbah di dekat pantai,” tegasnya.

Sementara, Pimpinan PT. Eka Dwika Perkasa Sri Ganyo menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ke tidak nyamanannya. Dalam waktu dekat pihak perusahaan akan berjanji untuk melakukan pembenahan, baik talut dan pipa pembuangan asap agar  menjaga kenyamanan warga disekitar lingkungan PT.EDP.

“Apabila ada hal-hal yang membuat warga tidak nyaman atas perusahaan kami, saya harap segera koordinasikan ke pihak manajemen PT. EDP,” tutup Sri Ganyo.(Yeri Tarima/Ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.