Yayasan LBI Berikan Hak Jawab Berita yang Terbit di NasionalNews.id dengan Judul Berita, Lentera Bersinar Indonesia Pinta Uang Rp7,5 Juta Rehab Narkoba Anak di Bawah Umur

oleh -
oleh
badan narkotika nasional
Lambang Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lentera Bersinar Indonesia (LBI)

Yayasan Lentera Bersinar Indonesia menyampaikan Hal Jawab melalui kuasa hukumnya dari ART Law Office dengan nomor surat : 003/ART Law Office/VI/2024.

Bersama surat ini, Yayasan Lentera Bersinar Indonesia (LBI) mengajukan beberapa point hak jawab atas isi pemberitaan tersebut yang menurut Kami sebagian besar isinya tidak akurat dan menimbulkan kerugian bagi Yayasan LBI, berikut point-point penting hak jawab yang ingin Kami sampaikan :

01. Pemberitaan dengan link media https://www.nasionalnews.id/hukum/lentera-bersinar indonesia-pinta-uang-rp75-juta-rehab-narkoba-anak-di-bawah-umur/ dan https://www.nasionalnews.id/hukum/lambang-bnn-di-lbi-ketua-ipw-ipwl-rehabilitasi-narkoba-gratis/ bagi LBI tidaklah benar mengingat setelah mengetahui bahwa lpnu yang merupakan pasien rehab, putra dari Ny. Eet Suheti tergolong pasien tidak mampu, pihak LBl tetap merawatnya sementara waktu tanpa meminta dana perawatan.

LBI juga merekomendasikan Ipnu kelahiran 9 November 2007 untuk menjalani rehabilitasi lebih lanjut di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur Jakarta Timur dan membantu mengantarkannya pada Jumat, 21 Juni 2024.

02. LBI bahkan mempersilahkan Ipnu untuk menjalani proses rehabilitasi di LBl dengan catatan pihak keluarga harus mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar terbebas atau gratis dari semua biaya yang dikenakan.

Walaupun SKTM baru jadi pada Jumat 21 Juni 2024, sementara lpnu masuk LBI pada Senin 17 Juni 2024, pihak LBl tetap menggratiskan seluruh biaya yang harus ditanggung oleh pihak lpnu dan keluarga.

03. Ipnu yang dirawat di rehabilitasi narkoba Lentera Bersinar Indonesia di Perumahan Citra 3 Blok F1 Pegadungan, Kalideres, Jakarta barat dan diterima dengan baik oleh Wakhid selaku staf di LBI, tidak benar dimintakan uang senilai Rp 7.500.000 sebagai biaya rehabilitasi seperti yang tercantum dalam pemberitaan. Pihak LBl hanya menunjukan price list dan menjelaskan harga yang tercatum dalam price list tersebut untuk keperluan perawatan pasien rehabilitasi, bukan meminta uang sebagaimana diberitakan dalam pemberitaan.

04. Permintaan membayar Down Payment (DP) sebesar Rp.1.000.000 yang diminta oleh pihak LBI kepada Ny. Eet agar ipnu bisa dipindahkan untuk direhabilitasi di tempat lain, juga merupakan berita yang tidak benar.

05. Pemberitaan yang dimuat di Media nasionalrnews.id juga telah mendapat sanggahan dari Danil selaku kakak dari lpnu dalam bentuk pernyataan tertulis. Menurut Danil dalam pernyataannya, adiknya diperlakukan dengan baik selama masa rehabilitasi dan pihak keluarganya tidak pernah dimintakan sejumlah uang oleh pihak LBI.

06. Selama menjalani masa rehabilitasi di LBl semenjak 17 hingga 21 Juni 2024, pihak LBI dengan Ny. Eet melakukan komunikasi intensif melalui pesan whatsapp. LBI bahkan membagikan foto dan video pendek kepada Ny. Eet ketika Ipnu menjalani masa rehabilitasi dengan berbagai metode penyembuhanbersama pasien pengguna narkoba lainnya.

Pemberian informasi berupa foto dan video kepada keluarga Ipnu sangatlah penting untuk menepis persepsi bahwa seolah-olah lpnu tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya dari LBI terbantahkan.

Yayasan LBI meminta agar point-point hak jawab yang Kami buat ini segera dimuat dalam Media nasionalnews.id untuk menepis persepsi yang tidak baik pada LBI di pemberitaan tersebut. Kami juga meminta kepada Redaksi Media nasionalnews.id untuk menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan pemberitaan yang ditayangkan.

Hormat Kami,
Yayasan LBI

Ronald Firiawan
Ketua

Demikian berita Hak Jawab kami terbitkan, sesuai Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang PERS, pasal 5 ayat 2 yaitu, Pers Wajib Melayani Hak Jawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.