Anggarkan Miliaran Rupiah, Proyek Strategis Gubernur di Kalideres Tidak Sesuai Spek

oleh -
img 20220531 wa0067

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Proyek Strategis Gubernur (PSG) DKI Jakarta Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampung Gombol Paya, RT 007/013 Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat yang menelan anggaran 5.2 miliar pengerjaannya tersebut diduga tidak sesuai dengan spek.

Dari pantauan media, proyek yang berasal dari APBD tahun 2022 DKI Jakarta tersebut minim pengawasan dari pihak Sudin Pertamanan dan Kehutanan, sehingga tanggul batas kali sepanjang kurang lebih 150 meter dengan ketinggian 60 cm tersebut tidak menggali Pundasi pagar.

Seperti pekerjaan persiapan dari pembersihan lapangan, Kasudin Pertamanan dan Kehutanan Jakarta Barat, Djauhari Arifien, yang didampingi beberapa stafnya mengatakan, untuk pekerjaan pembersihan itu seluruh lapangan tidak ada anggaran.

img 20220531 wa0066
Foto: Tanggul pembatas kali yang tidak menggunakan pondasi

“Lapangan itu luas, ada sekitar 6000m2, kalau itu semua kita masukkan ke anggaran, bengkak anggaran kita,,” ungkap salah satu staf Kasudin Kehutanan dan pertamanan diruang kerjanya Selasa (31/5/2022)

Sementara pengerjaan tanggul pembatas yang tidak digali, Djauhari Arifien menepis, tidak mungkin itu tidak digali, karena itu dipinggiran sungai.

“Kita akan kroscek, kalau memang benar itu tidak dipasang pondasi kita akan potong,” ungkap Djauhari,

Di waktu yang sama, Kasudin Pertamanan dan Kehutanan Kota Administrasi Jakarta Barat, langsung menghubungi konsultan pengawas, melalui telepon, mempertanyakan mengenai pondasi pagar tersebut, Djauhari mengatakan melalui selulernya, Catat dan itu masukkan ke Ademdum,

“Catat apa yang tidak dikerjakan, saya tidak mau bayar kalau itu tidak dikerjakan, jadi masukkan aja ke Ademdum,” imbuhnya

Djauhar Arifien juga menegaskan, apabila pengerjaan tersebut tidak sesuai spek maka pihaknya tidak akan membayar.

“Kalau memang tidak sesuai, kami tegaskan tidak akan membayar,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, memang pekerjaan PSG itu selalu dipantau, salah satunya pekerjaan lapangan yang sudah selesai dicor, memang dari ketebalan itu ada 17- 18 cm, dan sudah retak.

“Dari pihak kontraktor minta kita bayar semua, kita tidak mau untuk membayar itu, karena speknya cuman 15cm untuk ketebalannya. dan saya tegaskan, saya tidak mau menerima ada keretakan pada lapangan tersebut ,” tegas Djauhari.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.