Polres Jakbar Amankan Penjudi Online di Jelambar

oleh -
Img 20201108 090950

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan para penjudi online di wilayah komplek Duta Mas Jelambar, Jakarta Barat yang terjadi Rabu, 4/11/2020 sekira pukul 17.00 wib.
Sebelumnya penangkapan tersebut, viral dimedia massa terkait keributan cekcok mulut dan terdengar intimidasi ke para petugas.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru didampingi kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra saat Live streaming melalui akun instagram @polres_jakbar menjelaskan, bahwa terkait beredarnya video tersebut benar adanya, pihaknya tengah melakukan penangkapan terhadap para penjudi Online tersebut.

“Jadi kami mendapatkan informasi adanya sebuah kedai kopi yang dijadikan sebagai tempat berkumpulnya orang yang melakukan perjudian melalui online menggunakan media telpon cellular ” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Sabtu (7/11/2020).

Setibanya dilokasi anggota menemukan ciri-ciri orang berdasarkan informasi yang didapatkan, kemudian anggota dilapangan dibawah pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra dan Kasubnit Ipda ruben george menunjukan surat perintah tugas, dimana dalam hal ini kepolisian sesuai dengan diatur oleh KUHP bahwa pihak Kepolisian berhak dan memiliki kewenangan terhadap orang yang dicurigai melakukan tindak pidana.

Namun saat hendak dilakukan pemeriksaan terhadap barang/handphone milik dari pelaku yang diduga melakukan tindak pidana kasus perjudian togel yang berinisial LPK als AL ( 75 ) yang terdapat sms yang berisi nomor nomor pasangan judi togel, anggotanya dihalangi oleh teman -teman pelaku dengan cara mengitimidasi, memaki-maki, mengajak berdebat, dan menunjuk nunjuk tangannya kearah petugas sambil membentak dengan nada keras serta mengatakan Polisi meminta angpao dan didapati diantaranya teman-teman pelaku dalam keadaan mabok minuman keras, dimana diatas mejanya terdapat botol minuman keras dan gelas yang berisi minuman keras.

Audie menerangkan disaat anggotanya dihalangi oleh para teman-temannya pelaku, yang diketahui berinisial LPK als AL berhasil melarikan diri dan hp miliknya tertinggal, yang berisi catatan pasangan togel, kemudian keesokan harinya pelaku berhasil diamankan di rumahnya yang berlokasi di Jalan Jelambar Selatan XVI Jelambar, Jakarta Barat sekira pukul 20.00 wib.

Setelah dilakukan pengembangan didapati pelaku lainnya berinisial RS als AS yang merupakan penerima nomor-nomor pasangan judi togel tersebut.

“Saya juga memerintahkan kepada kasat reskrim untuk menindak pelaku penghasutan dan provokasi yang didalam video hoax tersebut, saat petugas menunjukkan surat perintah menyebutkan bahwa petugas yang sedang melakukan penangkapan adalah petugas gadungan,” tegasnya.

Audie juga menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi kepada anggotanya yang berada dilapangan, yang mampu meredam emosinya dengan sabar saat menghadapi kejadian tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, bahwa kejadian penangkapan tersebut sudah merupakan komitmen Polres Jakarta Barat, untuk menindak dan memberantas tindak pidana perjudian.

Terkait adanya video tersebut tentang penindakan atau penangkapan terhadap pelaku perjudiannya tersebut, memang benar adanya.

“Kami setelah mendapatkan informasi kasus tersebut, kemudian melakukan pengecekan dan benar disebuah tempat yang berlokasi di Jelambar Jakarta Barat kerap dijadikan arena perjudian,” ucapnya.

Namun saat terjadinya perdebatan dan cekcok tersebut memberikan peluang kepada pelaku perjudian untuk melarikan diri. Petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap ke 2 pelaku tersebut diantaranya LPK als AL (75) dan RS als AS (77) pada keesokan harinya.

“Untuk para pelaku yang berhasil kami amankan guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 303 KUHP Juncto Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelasnya. (Budi Beler)