Tokoh Masyarakat Sebut Pergantian Ketua RW 012 Semanan sudah Sah

oleh -
screenshot 2024 05 05 08 18 34 50 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Foto: Tokoh masyarakat RW 012 Taman Semanan Indah Haji Yepri Nisal

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Pergantian antar waktu ketua RW 012 Taman Semanan Indah (TSI) Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dari bapak Harun Alamsjah ke bapak Johanes Hardi menurut tokoh masyarakat Haji Yepri Nisal sudah melalui prosedur dan sah.

Haji Yepri mengingatkan, keputusan Lurah Semanan no 25 tahun 2024 dan keputusan Lurah Semanan no 28 tahun 2024 itu melalui proses yang cukup lama dan penuh kehati-hatian dan juga melihat dari berbagai sisi dan aspek dasarnya.

1. Bahwa ketua RW 012 Harun Alamsjah telah melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap Peraturan Gubernur no 22 tahun 2022 tentang pedoman RT dan RW Provinsi DKI Jakarta.

2. Ketua RW 012 Harun Alamsjah telah dilakukan pembinaan lisan beberapa kali dan mendapat 2 kali teguran tertulis no. 72/PU.000.01 tanggal 1 Maret 2023 dan no 305/PU.00.01 tanggal 06 Desember 2023.

3. Usulan forum RT untuk menonaktifkan ketua RW 012 Harun Alamsjah dituangkan didalam surat tanggal 22 November 2023: Pelanggaran Pergub no 22 tahun 2022.

4. Bahkan ada surat Rekomendasi dari Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta no e-0058/BM.0: Jawaban terkait laporan pelanggaran PERGUB 22 tahun 2022.

“Semua ini adalah benar adanya, dan sesuai prosesnya sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku. Kalau tidak puas dengan keputusan Lurah, silahkan gugat dalam jalur yang resmi dan bermartabat,” kata Haji Yepri.

Haji Yepri juga menjelaskan, di luar 4 poin diatas yang diklaim mantan ketua RW 012 Harun Alamsjah sebagai penyebab hingga dinonaktifkan oleh Lurah Semanan adalah fitnah dan hanya omong bulan belaka.

Selalu menarasikan ke semua orang, bahwa dirinya dinonaktifkan karena :

1. Ada seseorang yang sakit hati, hingga menggalang opini untuk menjatuhkan dia.

2. Orang miskin dan terzolimi serta perlu dikasihani.

3. Tuduhan penggelapan dana penyelewengan uang sampah (korupsi).

4. Konspirasi lurah dan camat serta para RT.

5. Melindungi uang warga sebesar 1.8 M dari cengkraman pengurus serakah.

“Semua narasi itu tidak pernah ada bukti dan terbukti, serta data yang dibuat tidak ada validasi terkait pertanyaannya. Intinya saya sebagai tokoh masyarakat merasa tindakan dan sikap mantan ketua RW 012 sebelum dan sesudah menjabat itu sangat keterlaluan dan seperti membabi buta melindungi harkat dan harga dirinya untuk tetap ingin menjabat sebagai ketua RW 012 selamanya,” ucap Haji Yepri kepada nasionalnews.id Sabtu (4/5/2024).

Haji Yepri juga menjelaskan, bahwa dirinya juga sering menasehati, menegur, mengecam juga memarahinya tetapi semua hanya lewat dan tidak pernah ditanggapi atau direspon.

“Bahkan saya pernah memanggil dia, baik secara pribadi atau dalam forum resmi pertemuan warga, namun mantan ketua RW tersebut selalu menghindar dan tegas menolak menutup pintu untuk bertemu, apalagi diskusi atau bicara dari hati ke hati,” ungkapnya.

Lebih jauh Haji Yepri menceritakan, di momen Idul Fitri dalam suasana maaf memaafkan, pihak warga mengundang yang bersangkutan untuk hadir dalam suasana hangat dan penuh kebaikan, namun sayang, mantan ketua RW tidak datang dan tidak membalas undangan silaturahmi.

“Saya merasa sangat bertanggung jawab. Dimana saya dan tim pemenangan yang awalnya mencalonkan Harun Alamsjah sebagai ketua RW 012 dan akhirnya menang dalam pemilihan. Tetapi semenjak menjabat, bukan prestasi yang ditunjukan, tetapi kekuasaan atas uang IPL warga juga jabatan RW yang dianggap segala-galanya hingga menolak untuk menerima teguran, nasehat dari para penasehat dan para RT, hingga penolakan dan ketidakpercayaan warga yang terus membesar,” bebernya.

Lebih jauh Haji Yepri menceritakan, ketegaan ketua RW dengan kekuasaannya memecat beberapa jajaran penasehat juga memecat beberapa pengurus RW dengan dali tidak bisa diajak kerjasama lagi karena perbedaan visi dan misi. Sebelumnya bendahara juga mengingatkan terkait pemakaian uang yang diluar batas wajar dan bahkan ingin memecat para RT, dengan istilah peremajaan yang sampai dibawa ke DPRD, bahkan ada beberapa warga dan pengurus RW yang dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Banyangkan saja, bagaimana tidak terkontrol dan buasnya mantan ketua RW 012. Anggaplah saya sebagai ayah baginya namun diperlakukan seperti ini. Luar biasa tindakan dan sikapnya hingga saya harus bertanggung jawab pula untuk menurunkannya,” paparnya.

“Saya bersama warga, RT, Lurah, Camat, Walikota, Anggota DPRD berjuang untuk menurunkannya. Akhirnya tanggal 25 April 2024 keluarlah keputusan Lurah Semanan no 25 Tahun 2024 dan Keputusan Lurah Semanan no 28 Tahun 2024,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.