Kembali Luncurkan Buku, Jendral Dudung Sampaikan Sejumlah Pesan Penting di UAD Yogyakarta

oleh -
img 20230522 wa0045

NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. menghadiri peluncuran buku “Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management dalam Membangun Team Work” di Aula Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Senin (22/5/2023).

Dipaparkannya kepemimpinan yang bergaya green human resources management dengan keteduhan dalam memimpin anggota sangat berpengaruh positif pada kerja tim. Menurutnya lagi, pembangunan lingkungan kerja yang nyaman dari pimpinan terhadap seluruh anggota tim, dalam hal ini prajurit TNI, akan menumbuhkan suasana kecintaan antara satu sama lain.

“Dengan membangun lingkungan yang nyaman bagi seluruh prajurit yang pada akhirnya menumbuhkan kecintaan. Setiap pemimpin perlu melibatkan seluruh anak buah dalam mengambil keputusan,” kata Jenderal Dudung dalam sambutannya.

“Sebab perwujudan gaya kepemimpinan yang dipenuhi keteduhan atau menerapkan green human resources management itu dapat diimplementasikan oleh seluruh pemimpin dengan mengedepankan tindakan humanis dan penuh empati. Tidak adanya ketegangan, marah-marah, murka, dan penekanan penekanan, justru dengan pendekatan ini, dengan empati yang lebih bagus, prajurit akan melaksanakan tugas dengan baik dan akhirnya team work (kerja tim) ini akan menjadi solid,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut di antaranya dihadiri Wakasad, Irjenad dan Koorsahli Kasad, Pangdam, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir,
M.Si, Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang
Setiaji, M.Si, Rektor Univ. Ahmad Dahlan Dr. Muchlas, M.T, serta Ketua BPH UAD Prof. Marsudi Triatmodjo, S.H., LLM., Ketua LLDIKTI wilayah V Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Dr. Ninik Rahayu, S.H., Ricard dan Penerbit Buku Rajawali Pers serta Dr. Ninik Rahayu, S.H., yang menjadi editor buku ini.

Jendral Dudung menyambut gembira atas diluncurkannya buku ini. Selain itu disertai doa dan harapan,
semoga dapat bermanfaat bagi seluruh
masyarakat luas, terutama kepada pimpinan atau calon pemimpin untuk dapat mengikuti gaya kepemimpinan strategis.

Masih dikatakannya, gaya kepemimpinan strategis tidak hanya
berlaku di dunia militer, tetapi dapat juga diterapkan di dunia korporasi, bahkan birokrasi. Buku ini juga dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah khususnya Fakultas Ekonomi Manajemen, karena buku ini menggunakan metode Green Human Resource Management dalam menjalankan organisasi.

“Buku ini juga merupakan bagian dari
suatu proses pengabdian tiada henti terhadap bangsa dan negara sekaligus menjadi media dokumentasi atas pengalaman serta aktualisasi pengetahuan saya selama menempuh pendidikan doktoral pada program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi
Strategic Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti tahun 2022. Dari sejumlah pengalaman, saya menyadari betapa pentingnya gaya kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung tujuan organisasi. Sebagai pemimpin saya berusaha mengedepankan nilai-nilai “keterbukaan, kejujuran, kebersamaan, dengan landasan disiplin dan kehormatan, dalam bingkai kepasrahan aktif kepada petunjuk Allah SWT,” tambahnya.

“Dalam menjalankan kepemimpinan saya senantiasa diilhami ajaran
luhur local wisdom yang terungkap dalam “Cipta, Rasa, Karsa, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani” ajaran Ki Hajar Dewantara, serta menerapkan prophetic leadership yang bersumber ajaran Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.

Lebih jauh Jenderal Dudung mengingatkan bahwa memimpin adalah
kewajiban, amanah, bukan hak. Perpaduan. Kedua ajaran tersebut melahirkan gaya kepemimpinan “Green Human Resourse Management”, yaitu kepemimpinan yang mengayomi, memberikan keteduhan dan
kesejukan dengan mengutamakan kedekatan dengan anggota. Green Human Resource Management
merupakan lingkungan yang kondusif, nyaman dan aman serta lingkungan yang mampu menciptakan energi bagi rekan dan anggota dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk membangun lingkungan yang kondusif membutuhkan gaya kepemimpinan
strategis, yaitu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, mempertahankan fleksibililitas.

“Pemimpin yang dihormati itu karena
berani mengambil keputusan, memiliki kepiawaian, dikagumi, memimpin dengan hati, menjadi penyejuk
dalam setiap situasi, mengakar, bisa
menggerakkan roda organisasi,
memiliki daya pikir untuk memprediksi
tantangan dan upaya untuk menghadapi,
Inovasi dalam mencapai tujuan organisasi, visi misi jelas. Hal yang terpenting dari semua itu adalah
calon pemimpin harus mempersiapkan diri untuk dapat menumbuhkan rasa patriotisme, menciptakan
perubahan yang dinamis, berbudaya
prestasi dan semangat profesionalisme, yang mampu meningkatkan partisipasi dan peran aktif para anggota sebagai
kekuatan moral, kontrol sosial dan sebagai agen perubahan yang mampu membangun dirinya, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.