Politisi PBB : Cuitan Ferdinan Hutahaen Sebut Anies Bodoh Terkesan Baper

oleh -
Screenshot 20201018 122944 Whatsapp

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Politisi Partai Bulan Bintang DKI Jakarta, Ical Syamsudin geram, pasalnya muncul pernyataan sinis dari mantan politisi Partai Demokrat melalui akun Twitter. Seperti diberitakan, Anies Baswedan menilai, pelajar yang peduli terhadap perkembangan bangsa, misalnya terkait Omnibus Law, merupakan hal yang bagus, yang perlu dirangsang.

Menanggapi pertanyaan Anies tersebut  Ferdinand pada cuitan tweetnya seperti ini “Maaf Nies, jika ini benar Anda bicara seperti ini, betapa bodohnya ternyata Anda. Hanya nasibmu yang sedang bagus jadi Gubernur dan pernah jadi Menteri meski dipecat,” tulis dia di akun twitternya.

Menanggapi twitt  itu sontak Politisi Partai Bulan Bintang DKI Jakarta Ical Syamsudin geram dan turut mengecam cuitan Ferdinand Hutahaen yang gagal paham itu.

Menurut bang Ical ungkapan perasaan Ferdinand yang di publish kedalam tulisannya itu justru menunjukan diri dia pada situasi belum move on.

“Harusnya Ferdinand yang sudah tidak lagi dianggap penting di lingkungan partai demokrat move on dong agar tak dianggap sebagai kader atau politisi yang frustasi,” ujar Ical, Sabtu (17/10/2020).

Ditambahkan Ical, memang ada situasi belum move on dan terkesan baper (bawa perasaan). Jadi dia belum bisa merelakan diri dari kehilangan posisinya dilingkungan Partai Demokrat bahkan sikap frustasinya cenderung di tonjolkan, justru saya menilai Ferdinan tidak lebih dari seorang pecundang yang berharap posisi dan cari muka kepada penguasa.

Justru Ferdinand tidak sadar diri bahwa saat Pilgub DKI dirinya turut mendukung pasangan Anies-Sandi lantaran dia tidak berposisi apapun di lingkungan Pemprov yaa begitulah akhirnya nampak uring-uringan tidak karu-karuan.

“Saya tersinggung lho atas pernyataan yang dipaparkan Ferdinan dengan mengatakan Anies Bodoh !. Berarti Dia sudah menjeneralisasikan mayoritas warga DKI Jakarta juga Bodoh karena Anies notabene nya adalah Gubernur pilihan Warga DKI Jakarta.

Justru apa yang di sampaikan Anies terkait pelajar yang turun dalam aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) mengarah kepada usulan solutif dan cerdas kepada pihak penyelenggara pendidikan sekolah dan saya sangat setuju dan membenarkan hal itu.

Seperti diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tak setuju apabila pelajar yang ikut demo menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) harus dikeluarkan dari sekolah atau Drop Out (DO). “Saya selalu sampaikan, sudah tidak zaman lagi kalau anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah, salah itu,” kata Anies di Jakarta, Rabu (14/10/2020) malam.

“Berbeda dari orang dewasa, kalau orang dewasa itu melakukan langkah yang salah, dia silakan dihukum,” tambah Anies.

Anies menambahkan, apabila pelajar melakukan kesalahan, sebaiknya ajak berdialog, diberikan pendidikan dan perhatian yang banyak dari sekolah maupun orang tua. Bukan malah mengeluarkan mereka dari sekolah. Bila perlu, jika sekolah telah memulai belajar tatap muka, gurunya dapat memberi mereka tugas untuk melakukan kajian mengenai UU Ciptaker.

“Nanti kalau sekolahnya sudah mulai nanti gurunya bisa kasih tugas kok. Kaji ini soal UU Cipta Karya [Cipta Kerja], di mana letak yang menurut Anda harus diperbaiki, di mana letak menurut Anda yang tidak disetujui,” jelasnya.

Menurut Anies menjadi hal yang bagus apabila terdapat anak-anak yang peduli terhadap kondisi bangsanya sendiri, seperti tak setuju dengan adanya Omnibus Law UU Ciptaker. Namun, ketidaksetujuan para pelajar itu tetap harus diarahkan dengan memberikan tugas yang mendidik.

“Kalau ada anak yang mau peduli bangsanya, kita suka. Kalau ada langkah yang dikerjakannya salah, ya dikoreksi. Prinsip dengan educational nanti sekolahnya yang memberikan tugas,” pungkasnya.

Lantas, dimana letak Kebodohannya Anies seperti yang di tulis Ferdinan Hutahean itu?, justru saya balik bertanya. Kalo Ferdinan masih belum Move on dan cenderung sok tahu dia. Memangnya Dia siapa dan Sekolah dimana?.

“Makanya kalo sekolah di saat jam belajar guru tengah menerangkan pelajaran di depan papan tulis, Ferdinand jangan mengahadap belakang. Belajar kok hadap belakang.  Politisi model Dia masih dikatakan karbitan dan terbelakang,” pungkas Ical Syamsudin Politisi Partai Bulan Bintang DKI Jakarta.

(Peri Ryan )