Marita Minta Jokowi Turun Tangan Soal Keculasan Pengembang Taman Royal

oleh -292 views

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Rasa kecewa dan kesal menyelimuti Marita, warga Perumahan Taman Royal, cluster Cempaka Raya, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh.

Persoalan sertifikat tanah miliknya yang belum diserahkan oleh pengembang Taman Royal, Marita meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo turut membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Pak Jokowi, Pak Jokowi, saya minta Pak Jokowi untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Saya sebagai seorang ibu, dan Pak Jokowi juga dilahirkan oleh seorang ibu saya minta tolong Pak Jokowi mengerti tentang perasaan saya, yang selama ini ditipu oleh pengembang Taman Royal,” ujarnya saat ditemui usai unjuk rasa di halaman hotel allium, Minggu (18/8/2019).

Marita menjelaskan, dirinya membeli rumah tinggal di Perumahan Taman Royal dengan harga 1 milyar dengan cara dicicil. Pada Tahun 2011 kata Marita, pihak pengembang yaitu PT Cahaya Baru Raya Realty Tbk (CBRR) menjanjikan akan membuatkan sertifikat tanah dengan biaya hampir 30 juta rupiah.

“Tahun 2011 pihak pengembang minta saya mengantarkan uang sebesar hampir 30 juta untuk pengurusan sertifikat tanah rumah saya. Setelah saya bayar kontan pihak CBRR menjanjikan bahwa selama 6 bulan sertifikat sudah jadi. Namun itu semua bohong,” katanya.

Lanjut Marita, atas permasalahan ini dirinya telah melaporkan Musyanif selaku pimpinan tinggi PT CBRR pada tahun Desember 2017 ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Sudah setahun saya bikin laporan ke kepolisian tapi belum juga ada hasil. Musyanif saya laporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan uang,” terangnya.

Marita berharap agar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Bahkan, dirinya juga meminta Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

Sementara pihak Hotel Allium yang diwakili kuasa hukum PT. Marga Abhinaya Abadi tbk, Andhika Anggadewi saat ditemui mengatakan bahwa Musyanif bukanlah pemilik penuh Hotel Allium.

“Konteknya berbeda, Allium ini berada dibawah PT. Marga Abhinaya Abadi Tbk, berbeda dengan taman royal PT. CBRR, yang sahamnya sebagian dimiliki publik. Kami tidak menghalangi warga untuk menyampaikan aspirasinya, sebelum warga akan melakukan aksi ini, kami sudah berusaha menyampaikan informasi ini ke warga bahwa kami dari Allium berbeda dengan PT.CBRR,” terangnya.

Angga berharap masalah yang saat ini dihadapi masyarakat agar bisa diselesaikan secara baik dan tidak merugikan berbagai pihak. Dia menegaskan bahwa pemilik saham Hotel Allium bukan hanya milik satu orang.

“Brand Image Hotel Allium tentunya harus kami jaga, pihak Hotel tidak tahu menahu soal permasalah taman royal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, puluhan warga penghuni perumahan Taman Royal di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menggeruduk Hotel Allium yang berlokasi di Jalan Benteng Betawi. Minggu (18/8/2019). Mereka menuntut agar pengembang Perumahan Taman Royal PT CBRR mengembalikan hak warga. (Angga)

HUT RI Ke 74 PDAM Tirta Benteng