Danrem 072 Pamungkas Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Bangsa

oleh -
danrem3

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi utama untuk membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional Transformasi Kurikulum Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sleman, Senin (27/7/2026).

Seminar bertema Membangun Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa untuk Meneguhkan Kejayaan Indonesia Raya Menuju Abad Kedua Kemerdekaan itu mempertemukan akademisi, pemerintah, TNI, pelaku usaha, dan praktisi untuk membahas penguatan ilmu ketahanan nasional.

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengatakan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin beragam, mulai dari sektor pertahanan, ekonomi, teknologi, sosial hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.

Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa harus bergerak bersama dalam menyusun solusi yang komprehensif.

“Kerja sama antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, TNI, dan media merupakan sinergi yang sangat baik untuk mewujudkan tujuan bersama dalam memperkuat ketahanan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Danrem juga berbagi pengalaman sebagai alumni UGM. Menurutnya, pendidikan yang diperoleh di kampus tersebut telah membentuk kemampuan berpikir ilmiah dan strategis yang sangat membantu dalam berbagai penugasan, termasuk saat mengikuti pendidikan di Lemhannas dan National Defense University.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan militer, pemerintah, dan akademisi, di antaranya Danseskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan RI Sabrang Mowo Damar Panuluh, serta Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata RI Faisal.

Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Hasil seminar diharapkan menjadi masukan strategis dalam penyempurnaan kurikulum Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional guna mencetak pemimpin, peneliti, dan pengambil kebijakan yang adaptif serta mampu memperkuat ketahanan strategis Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.