Parlemen Jalanan Unit Swapen Gelar Lomba Ludah Pinang dan Rapat Terbuka Bagi Pedagang

oleh -
img 20210922 164410

NASIONALNEWS.ID, MANOKWARI – Para-para aspirasi Kesatria Parlemen Jalanan (Parjal) Unit Swapen Perkebunan menggelar lomba meludah pinang terjauh dan rapat terbuka pedagang kios, pinang, sirih, kapur di lingkungan RT I dan II Swapen Perkebunan, Kelurahan Manokwari Barat, Manokwari, Rabu (22/9/2021).

Dewan Pimpinan Pusat Parlemen Jalanan, Ronald Mambieuw dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini berawal dari aspirasi mama-mama yang ada di lingkungan Swapen Perkebunan, mereka meminta kepada Parlemen Jalanan agar memberikan ruang bagi mereka untuk berjualan.

“Mereka datang mengaduh pada organisasi Kesatria Parlemen Jalanan meminta agar turut membantu berfikir dan bertindak untuk menyediakan ruang khusus kepada mama-mama untuk berjualan pinang,” ungkapnya.

Selain penjual pinang, pihaknya juga mengundang masyarakat yang memiliki usaha kios untuk turut hadir dalam rapat terbuka, supaya mereka tahu bahwa apa yang dilakukan bukan untuk saling membenci melainkan mencari keseimbangan di dalam usaha yang menuju kesejahteraan masing-masing keluarga agar ekonomi di lingkungan Swapen Perkebunan dapat berjalan dengan baik.

img 20210922 164505

“Mama-mama yang di kios kam (mereka) tetap jualan sembako, tapi mama-mama yang punya pondok pinang tetap jualan pinang, sirih, kapur karena kamu pu hasil jualan pinang pasti lari ke kios beli gula, beras dan lain-lain,” tandasnya.

Menurutnya, jika tidak diatur maka lingkungan akan kacau sebab tidak ada sirkulasi keseimbangan ekonomi. Sebanyak 33 Kampung yang sudah siap, Parlemen Jalanan mencoba memulai dari lingkungan Swapen Perkebunan.

“Kenapa kami undang DPRD Manokwari, DPRP PB, MRP PB, dan Fraksi Otsus harus ada supaya mereka bisa melihat dan mendengar aspirasi pertama dari unit Parlemen Jalanan Swapen Perkebunan supaya bisa berfikir untuk melahirkan sebuah regulasi yang melindungi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat,” tandasnya.

“Supaya jangan ada yang baku marah, yang jual sayur jual sayur, jual ikan jual ikan, jual pinang jual pinang karena kalau jual semua nanti dong bilang tong rakus,” ucap Ronald sembari mendapatkan tempuk tangan dari masyarakat.

Perlu diketahui, Parlemen Jalanan bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Manokwari untuk membuka buku rekening bagi mama-mama penjual pinang yang bersumber dari kas Parlemen Jalanan.

“Sebentar kami akan kasih buku rekening yang sudah diselesaikan Bank BNI dari 18 Rekening baru 14 yang sudah selesai sisanya ada 4 besok, sekaligus uang tunai sebagai modal awal untuk usaha,” ucapnya.

Untuk itu, Panglima berharap dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat terus berjualan agar dapat melayani masyarakat yang ingin membeli pinang.

“Jangan hari ini jual pinang besok su tidak jual. Ingat kios-kios su tidak jual pinang jadi pondok-pondok terus jual pinang untuk layani siapa pun yang mau makan,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Panglima Parlemen Jalanan mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan, sebab bersih itu indah, senyum itu rejeki jika meludah pinang pada tempatnya, artinya jikakalau pinang itu merupakan budaya maka jadikanlah meludah pinang di tempatnya menjadi bagian dari budaya kita.

“Saya berharap Pemerintah dapat mendengar agar kedepannya manokwari menjadi kota nol ludah pinang, kita tidak larang makan pinang tapi kasih satu budaya lagi bagaimana makan pinang lalu buang ludah pinang di tempat sampah,” tutup Panglima Parlemen Jalanan sembari penuh harapan.

img 20210922 170637
Kepala Biro Perekonomian Papua Barat Sekaligus Pembina Parlemen Jalanan Papua Barat, Jefrry Jech Verson Auparay Secara Resmi Membuka Lomba Ludah Pinang dan Rapat Terbuka Bagi Pedagang di Swapen Perkebunan.

Ditempat yang sama, Kepala Biro Perekonomian Papua Barat sekaligus Pembina Parlemen Jalanan, Jefrry Jech Verson Auparay mengatakan bahwa kegiatan ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh Parlemen Jalanan merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Papua Barat khususnya di Manokwari.

“Untuk diseluruh tanah Papua baru di Kabupaten Kepulauan Yapen yang melaksanakan hal serupa, dimana penjual pinang khusus hanya orang asli Papua yang menjual dan itu termuat dalam putusan Bupati, Hari ini kita akan mulai di Papua Barat melalui Parlemen Jalanan,” kata Jefrry dalam sambutannya.

Selaku Kepala Biro Perekonomian, dirinya akan menindaklanjuti data konkrit yang diberikan Parlemen Jalanan terkait dengan kebutuhan mama-mama di Swapen Perkebunan.

“Terkait dengan kebutuhan mama mama tentang apa yang terjadi di Swapen Perkebunan, selaku Kepala Biro Perekonomian minta data mama-mama yang diserahkan lewat Parlemen Jalanan secara konkrit sehingga saya akan memperhatikan serta mambantu pondok-pondok jualan yang ada di Swapen semua sekaligus menindaklanjuti apa yang di sampaikan Panglima Parlemen Jalanan tadi,” jelas Jefrry.

“Kita bicara ekonomi saat ini harus bisa memilah orang Papua bisa melakukan ekonomi di bidang apa, Non Papua bisa melakukan ekonomi di bidang apa itu kita sudah bisa ukur hari ini, ini tidak ada masalah bagi kita asalkan kita bisa komunikasi dengan baik,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, selaku Pembina Parlemen Jalanan memberikan apresiasi kepada Parlemen Jalanan karena bisa membangun komunikasi dengan Bank BNI.

“Bagi saya Bank BNI bukan Bank baru bagi kami, disaat kami berjuang hadirnya Provinsi Papua Barat Bank BNI tampil gagah di depan mempertahankan Provinsi ini disaat Bank lain tidak setuju dan tidak percaya Provinsi ini ada hanya BNI yang bersedia membantu kami disaat kami meminta bantuan,” ucapnya.

img 20210922 wa0048
Mewakili Pimpinan Bank BNI Cabang Manokwari, Penyelia Unit Penjualan, Yuliana Rangan.

Sementara itu, mewakili Pimpinan BNI Cabang Manokwari, Penyelia Unit Penjualan, Yuliana Rangan mengucapkan terima kasih kepada Parlemen Jalanan yang telah memilih Bank BNI untuk menyalurkan dana aspirasi Kesatria Parlemen Jalanan.

“Kami mengucapkan terima kasih karena memilih Bank BNI sebagai mitra dan mempercayai kami sebagai Bank untuk menyalurkan semua dana kegiatan kepada anggota Parlemen Jalanan,” ucapnya.

Kata Yulin, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Parlemen Jalanan terkait semua kegiatan baik di Swapen Perkebunan maupun di tempat lain.

“Kami akan melakukan pengumpulan data sehingga untuk pembukaan rekening masyarakat tidak perlu ke kantor BNI, melainkan kami yang datang untuk mengumpulkan data setelah kami buka rekening dikantor baru kami serahkan ke Panglima Parlemen Jalanan untuk dibagikan ke masing-masing anggota,” imbuhnya.

Lomba ludah pinang dan rapat terbuka secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Perekonomian Papua Barat sekaligus Pembina Parlemen Jalanan Papua Barat, Jefrry Jech Verson Auparay sekaligus bersama Panglima Jalanan, Arnold Mambieuw dan Perwakilan MRP Papua barat menyerahkan 14 buku rekening, uang tunai dan 200 paket sembako.

(YT)

No More Posts Available.

No more pages to load.