Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kabupaten Nabire 2020, Resmi Ditutup

oleh -
Img 20201119 171108

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nabire yang digelar di Aula Disbudparpora) resmi ditutup oleh Kepala Dinas Budparpora, Dr. Martha Pigome, SH, M.Hum, Kamis (19/11/2020).

Dalam pelatihan yang berlangsung satu hari, Disbudparpora Kabupaten Nabire menghadirkan pemateri dari Lembaga Penelitian dan Konsultan Pariwisata (LPKP) Jayapura Papua, Agus Jerry Aronggear, S.Par, M.Par.

Kadisbudparpora Nabire, Dr. Martha Pigome dalam sambutannya menyampaikan bahwa di dalam mengelolah destinasi pariwisata pelaku wisata perlu memperhatikan etika mana yang baik dan buruk.

“Misalnya di lokasi wisata ada benda yang dilarang masuk ya tidak usah karna itu hal yang buruk,” ujarnya.

Kemudian, Martha menuturkan perlu adanya estetika yang berkaitan dengan seni atau keindahan, dimana pelaku wisata perlu sekali untuk menciptakan suasana tempat wisata itu indah sehingga pengunjung merasa senang datang ke tempat wisata yang ada.

Img 20201119 155128Lanjut dia, jika dilihat dari sisi ekonomi maka kita membahas bagaimana proses produksi, promosi sampai pemasarannya, semua itu bertujuan untuk meningkatkan provit atau keuntungan.

“Keuntungan yang diperoleh dipakai untuk modal usaha, oprasional, dan pengelolahan usaha di bidang destinasi,” terangnya.

Selain itu, “pendapatan yang diperoleh dari tempat wisata milik pemerintah semuanya digunakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sambungnya.

Martha berharap, pelaku usaha dibidang pariwisata diharapkan dapat menerapkan sabta pesona yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang sadar wisata. “Dimana menciptakan suasana yang aman dan tertip, nyaman, sehingga ada cerita yang akan dibawa oleh pengunjung,” ungkapnya.

Dikatakan Martha “yang terpenting adalah suasana yang tenang, karena kalau terdapat orang mabuk, berkelahi maka dengan sendirinya akan mengurangi pengunjung yang hadir karna mereka merasa tidak aman dan nyaman untuk menikmati tempat wisata,” imbuhnya.

Martha mengajak kepada semua pelaku wisata agar dapat menciptakan kerjasama dengan semua pihak seperti pelaku wisata dengan pemerintah dalam menyusun rapih setiap perencanaan pariwisata yang ada di Nabire sehingga mewujudkan Nabire kota wisata.

“Untuk mendorong majunyavpariwisata maka pemerintah terus mendorong di bidang fisik dalam hal peningkatan sarana dan prasarana kemudian dibidang non fisik dalam hal penyediaan SDM berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan dibidang destinasi pariwisata,” tutupnya.

(YERI)