Proyek Betonisasi di Desa Sukalaksana Disorot: Diduga Ketebalan Cor Hanya 8–10 Cm, Aktivis Pertanyakan Teknis Pekerjaan

oleh -
89a555bd a3ae 4b06 85ae 0bbf648973bd

NASIONALNEWS.ID BEKASI-  Proyek pembangunan jalan lingkungan (Jaling) di Kp. Kobak Pasir RT 003/006, Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan dari sejumlah aktivis pemerhati pembangunan desa. Pekerjaan yang dibiayai dari anggaran Rp 63.044.000 tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, terutama terkait ketebalan beton di bagian tengah jalan.

Berdasarkan informasi di lapangan, ketebalan beton yang seharusnya mencapai standar konstruksi sesuai dengan papan informasi, diduga hanya berada di kisaran 8–10 sentimeter pada bagian tengah permukaan jalan. Sedangkan dipapan informasi tertera dengan volume 260 m × 1,2 m × 0,13 m.

9c13762f 1e49 4bd9 860f ffeef077f360

Temuan ini memicu kritik karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi kekuatan dan umur teknis jalan dalam jangka panjang.

Seorang aktivis pemerhati kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya menyoroti dugaan ketidaksesuaian teknis ini sebagai bentuk lemahnya pengawasan pekerjaan di tingkat desa.

“Kalau benar ketebalan cor hanya 8–10 cm, ini sangat berbahaya bagi kualitas jalan. Pembangunan infrastruktur tidak boleh asal jadi, apalagi menggunakan anggaran negara. Harus ada pengawasan ketat agar sesuai RAB dan standar teknis,” ujarnya.

Aktivis tersebut juga meminta pemerintah desa terbuka dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait spesifikasi pekerjaan, mengingat pembangunan jalan lingkungan merupakan fasilitas yang sangat vital bagi aktivitas warga.

f3f62143 ecf4 4713 93be bdd2f8de153c

Proyek yang tertera dalam papan informasi desa itu tercatat sebagai kegiatan Jaling (Jalan Lingkungan) dijadwalkan dikerjakan pada November–Desember 2025. Dan sumber dana tambahan diketahui  berasal dari PBP Provinsi Jawa Barat dan pelaksana kegiatan adalah Pemerintah Desa Sukalaksana.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan infrastruktur harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

“Kalau ketebalan tidak sesuai, jalan akan cepat retak, rusak, bahkan membahayakan warga. Kami mendorong pihak terkait melakukan pengecekan ulang,” tambahnya.

Hingga berita ini tayang, pihak  dari Pemerintah Desa Sukalaksana belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian teknis tersebut. Pihak pelaksana maupun penanggung jawab proyek tersebut belum bisa ditemui. Menurut pekerja, mereka sedang tidak berada ditempat. Masyarakat berharap pekerjaan dapat dibenahi sebelum selesai, agar kualitas jalan sesuai dengan peruntukan dan standar yang diatur.

(Mustofa)

No More Posts Available.

No more pages to load.