Komnas PA Sosialisasi Ramah Anak di Semanan

oleh -58 views

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, menggelar sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, di aula Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (14/8/2019).

Arist meminta kepada semua pihak mulai dari orang tua, keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat bersama pemerintah untuk bisa bersama-sama membentengi anak-anaknya agar terhindar dari kekerasan terhadap anak.

“Kedatangan ini dalam rangka program DKI Jakarta. Saya diberi tugas dan tanggung jawab untuk mewujubkan kota Administrasi mulai dari tingkat RT sampai Kelurahan itu wajib iplementasikan wilayah yang ramah anak, supaya DKI Jakarta yang mendapat predikat layak anak itu adalah teruji,” ucap Ariest.

Untuk itu Anies Baswedan melalui SK Gubernur memerintahkan, kepada semua masyarakat perduli persoalan -persoalan pada anak.

Ketua Komnas PA ini mengatakan, kehadirannya ini untuk memfasilitasi agar wujud dari DKI ramah anak itu bisa betul-betul terlihat dan bertumbuh disetiap Kelurahan. Gerakannya adalah gerakan membangun perlindungan anak dimasing-masing RT, RW dan Kelurahan. Supaya terwujud DKI betul-betul bisa melaksanakan ramah anak.

“Bukan sekedar di RT, RW saja tetapi dilingkungan sekolah dan Puskesmas harus ramah anak. Program itulah oleh masing-masing Walikota untuk di-iplementasikan,” jelasnya.

Arist menerangkan, kehadiran Komnas PA adalah salah satu mitra untuk memberikan dan mensosialisasi agar masyarakat mampu memberikan perlindungan paling tidak dirumahnya. Jadi ini penguatan organisasi-organisasi penguatan keluarga supaya perduli pada persoalan anak.

“Tadi pak Lurah juga sudah merespon mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada file project untuk sebagai contoh gerakan perlindungan anak tingkat RT sebagian dari gerakan anaku adalah anakmu, anakku adalah anakmu, cucumu adalah cucuku. Dan itu ditanggung jawabi oleh masing masing. Kehadiran Komnas PA beberapa kali membangun gerakan sekolah ramah anak membangun di RT, RW ramah anak. Puskesmas ramah anak ini adalah misi yang sama di emban Komnas Perlindungan Anak,” ujarnya.

Kemudian ditingkat DKI, Arist menyatakan kekerasan di kota Jakarta masih tinggi, di banding Bekasi Bogor kalau untuk wilayah Jabotabek, akan tetapi kalau diperkecil lagi Jaktim dan Jakbar banyak tindak kekerasan terhadap anak, dikarena padatnya penduduk. Maka diperlukan perlindungan anak tingkat RT, RW agar saling menjaga.

“Pada kekerasan kejahatan seksual bukan hanya dalam bentuk sodomi, tetapi inces, fisik, pemukulan, maki-maki merendahkan martabat penelentaran anak. Di DKI Jakarta sendiri hampir mencapai 50 % dilaporkan dimasing-masing ke Polda, Komnas Perlindungan Anak dan Polres tempat itu yang didominasi laporan kejahatan seksual,” terangnya.

Tingkat kekerasan tahun 2019 justru naik 20 sampai 28 % dibanding tahun 2018. Ini baru semester, untuk itu sangat dibutuhkan gerakan dari sekarang ini dan dibutuhkan program ini untuk mensosialisasi supaya masyarakat ikut terlibat, jadi tidak hanya pemerintah juga Komnas PA walaupun ada di Jakarta maka dibentuk perlindungan anak tingkat RT.

Lebih lanjut Arist menegaskan, untuk mengantisipasi harus ada tulisan-tulisan disetiap lingkungan tidak boleh ada kekerasan dan orang luarpun dapat membaca.

Dirinya juga menyayangkan, pola asuh yang salah sekarang ini sudah cuek tidak ada lagi komunikasi yang baik karena teknologi mempengaruhi. Jadi artinya masalah besar harus diatasi dan apa defisiensi, apa yang bentuknya kekerasan.

Akan tetapi Komnas PA memberikan solusi pola pengasuhan yang harus didukung masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung juga percuma.

“Mari kita berpasitipasi membangun gerakan perlindungan anak mulai dari rumah, ciptakan tekun beribadah, rumah ramah anak yang bersahabat, karena disitu laki- laki sebagai Imam atau sebagai contoh,” pungkasnya. (Budi B)

HUT RI Ke 74 PDAM Tirta Benteng