NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Perjalanan panjang Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang kini bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (Bumkalma) LKD di Kabupaten Sleman menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dalam dua dekade, aset yang dikelola 10 Bumkalma di Sleman kini mencapai sekitar Rp58 miliar.
Capaian tersebut mengemuka dalam Sarasehan Dua Dasawarsa UPK Bumkalma LKD Kabupaten Sleman yang digelar Asosiasi Bumkalma LKD Kabupaten Sleman di The Cangkringan Jogja Villa & Hotel, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Harmonisasi Dua Dasawarsa: Merajut Kebersamaan, Melangkah dan Tumbuh Bersama” ini dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, jajaran Pemkab Sleman, para Panewu, Lurah, serta pengurus Bumkalma dari 10 kapanewon se-Kabupaten Sleman.
Ketua Asosiasi Bumkalma LKD Kabupaten Sleman, Abdul Hamid Kurniawan, mengatakan perjalanan lembaga tersebut dimulai dari Program PNPM Mandiri Perdesaan pada 2006.
Saat itu, modal dasar yang dikelola mencapai Rp10,19 miliar dan tersebar di 10 kapanewon. Seiring waktu dan perubahan regulasi, lembaga tersebut terus berkembang hingga resmi bertransformasi menjadi Bumkalma LKD.
“Perkembangan Bumkalma di Kabupaten Sleman terus menunjukkan tren positif,” kata Abdul Hamid.
Tak hanya mengembangkan aset, Bumkalma juga memberikan dampak sosial cukup besar. Dana alokasi bantuan sosial yang telah disalurkan nilainya mendekati Rp10 miliar.
Kini, aset yang dikelola 10 Bumkalma di Kabupaten Sleman telah berkembang hingga sekitar Rp58 miliar.
Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi atas perjalanan dan kontribusi Bumkalma selama dua dekade. Menurutnya, keberadaan Bumkalma telah ikut menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kalurahan.
Harda menekankan, perkembangan Bumkalma harus tetap diiringi dengan integritas, profesionalisme, serta tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting agar Bumkalma bisa terus tumbuh dan berkembang.
“Saya terbuka untuk berdiskusi terkait agenda strategis dan sinergi kebijakan Pemkab Sleman dalam penyusunan APBD ke depan,” ujar Harda.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Sleman dan Bumkalma semakin kuat. Dengan begitu, aset Bumkalma dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat di tingkat kalurahan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan aset Bumkalma agar semakin berkembang pesat serta memperluas penyerapan tenaga kerja di tingkat kalurahan,” katanya.
Memasuki usia dua dekade, Bumkalma LKD Sleman diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pengelola aset, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat kalurahan yang mampu tumbuh secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan. (Jat)











