NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Musim hujan segera tiba. Pemerintah Kabupaten Sleman mulai memperkuat kesiapan infrastruktur untuk mencegah banjir, terutama dengan memastikan drainase dan saluran air tidak tersumbat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) bergerak lebih cepat sebelum hujan deras melanda.
Pesan itu disampaikan Harda saat memimpin Apel Besar Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di Kantor Dinas PUPKP Sleman, Kamis (8/10) pagi. Apel diikuti jajaran pejabat hingga petugas lapangan PUPKP.
Harda mengapresiasi kinerja jajaran PUPKP yang dinilainya telah membuat pelayanan infrastruktur di Sleman terus membaik. Namun, ia meminta capaian tersebut tidak membuat petugas lengah.
“Pelayanan di Kabupaten Sleman saat ini alhamdulillah berkat kerja keras penjenengan. Peran PU betul-betul harus tanggap. Bagaimana caranya besok kalau hujan deras, tidak ada banjir di Sleman,” tegas Harda.
Menurutnya, kesiapan harus dilakukan sebelum persoalan muncul. Petugas lapangan diminta rutin membersihkan drainase yang mengalami pendangkalan serta segera memperbaiki jaringan irigasi dan sumber daya air yang rusak.
Harda juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan pelayanan publik. Ia meminta pegawai bekerja sesuai aturan dan tidak menarik biaya tambahan di luar ketentuan.
Ia menegaskan akan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada pegawai yang bekerja secara jujur dan sesuai aturan.
Sleman Utara Diprediksi Hujan Akhir November
Kepala Dinas PUPKP Sleman Sukarmin mengatakan berdasarkan perkiraan BMKG, awal musim hujan di Sleman tidak datang bersamaan.
Wilayah Sleman bagian utara diprediksi mulai memasuki musim hujan pada akhir November. Sementara wilayah Sleman bagian tengah hingga selatan diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada awal Desember.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Sukarmin menginstruksikan seluruh ketua tim, kelompok, dan pengawas bidang untuk rutin memantau saluran air.
Perhatian khusus diberikan pada saluran yang berpotensi mengalami sedimentasi tinggi maupun dipenuhi tumpukan sampah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya luapan air, termasuk akibat sampah yang menyumbat saluran dan jembatan.
Harda juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan agar sampah tidak dibuang sembarangan, terutama ke saluran drainase.
“Saya mengingatkan kita semuanya untuk hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga segala infrastruktur berkaitan dengan lari atau alirnya air hujan ini betul-betul kita persiapkan dengan baik untuk mengantisipasi adanya banjir. Ojo buang sampah sembarangan, lebih-lebih di tempat-tempat drainase,” ujar Harda.
Dengan persiapan sejak sebelum musim hujan tiba, Pemkab Sleman berharap potensi genangan dan banjir bisa ditekan, sekaligus memastikan sistem pengaliran air tetap berfungsi ketika hujan deras mengguyur. (Jat)






