NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Di sebuah kampung, perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah sederhana. Salah satunya adalah ketika para pemuda diberi ruang untuk memilih pemimpinnya sendiri. Semangat itulah yang kini terasa di lingkungan Babadan Baru menjelang Pemilihan Ketua IKAMABA Periode 2026–2029.
Bagi sebagian orang, pemilihan ketua organisasi kepemudaan mungkin terlihat sebagai agenda rutin. Namun, bagi IKAMABA, momentum ini merupakan penentu arah organisasi dalam tiga tahun ke depan. Dari tangan para pemuda inilah lahir berbagai gagasan, kegiatan sosial, hingga kreativitas yang memberi warna bagi kehidupan kampung.
Pada Senin, 6 Juli 2026 pukul 20.00 WIB, proses demokrasi itu akan berlangsung dengan cara yang dekat dengan masyarakat. Panitia memilih sistem pemungutan suara door to door menggunakan kertas suara. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pemilih, khususnya putra-putri Babadan Baru yang telah memasuki usia remaja dan dewasa.
Tiga nama akan memperebutkan kepercayaan anggota IKAMABA. Nomor urut 01 ditempati M. Gandhi, nomor urut 02 Ichlasul Fachry, dan nomor urut 03 M. Labib Mubarak. Masing-masing membawa harapan untuk melanjutkan sekaligus menghadirkan warna baru bagi organisasi kepemudaan tersebut.
Usai pemungutan suara, seluruh kertas suara akan dikumpulkan di Balai Babadan Baru. Di tempat itu, penghitungan suara dilakukan secara terbuka sehingga seluruh proses dapat disaksikan bersama. Transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.
Lebih dari sekadar memilih seorang ketua, pemilihan ini menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setiap suara yang diberikan merupakan bentuk partisipasi nyata dalam menentukan masa depan IKAMABA sebagai wadah kebersamaan, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Semangat yang diusung, “Dari Pemuda, Oleh Pemuda, Untuk Kampung Kita Bersama,” bukan hanya slogan. Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan kampung tidak hanya bergantung pada sosok pemimpin, tetapi juga pada keterlibatan seluruh pemudanya. Ketika semakin banyak generasi muda bersedia mengambil bagian, harapan untuk membangun kampung yang lebih aktif, kompak, dan inovatif pun semakin terbuka. (Ridar)






