NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan anggaran lebih dari Rp108 miliar untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi jalan kabupaten sepanjang 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk mempercepat perbaikan jalan rusak, pemeliharaan rutin, hingga penggantian sejumlah jembatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, ST., MT, menyampaikan program penanganan jalan tersebut kepada sobat media di Aula DPUPKP Sleman, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan data Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, jaringan jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Pemkab Sleman mencapai 371 ruas dengan total panjang 733,67 kilometer. Dari hasil survei kondisi jalan tahun 2025, tingkat kemantapan jalan mencapai 68,01 persen.
Untuk tahun 2026, DPUPKP Sleman mengalokasikan anggaran Bina Marga sebesar Rp108.880.364.095. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan jalan sepanjang 12,80 kilometer, pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan 14,65 kilometer, serta pemeliharaan rutin jalan sepanjang 460 kilometer.
Selain jalan, Pemkab Sleman juga melakukan penggantian infrastruktur pendukung berupa tiga jembatan, yakni Jembatan Tumut, Jembatan Nyamplung, dan Jembatan Pagerjurang, serta perbaikan 14 gorong-gorong.
Sukarmin menjelaskan, penanganan jalan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan. Selain pembangunan fisik, pemeliharaan rutin menjadi perhatian agar kualitas jalan tetap terjaga.
“Pemeliharaan jalan terus dilakukan agar kerusakan tidak semakin berat dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Sukarmin.
Untuk mendukung pemeliharaan rutin, DPUPKP Sleman membagi wilayah kerja menjadi tiga kawasan, yakni Sleman Barat, Sleman Tengah, dan Sleman Timur. Masing-masing wilayah memiliki tiga tim pemeliharaan jalan, bangunan pelengkap jalan, serta jembatan dan gorong-gorong. Total tenaga yang terlibat mencapai 143 orang.
DPUPKP Sleman juga memproyeksikan tingkat kemantapan jalan pada 2026 meningkat sekitar 1,09 persen atau bertambah sepanjang 8,03 kilometer.
Namun, Sukarmin mengungkapkan salah satu tantangan penanganan jalan adalah tingginya beban lalu lintas kendaraan material, terutama kendaraan dengan muatan melebihi tonase. Kondisi tersebut mempercepat kerusakan karena jalan kabupaten tidak dirancang untuk menahan lalu lintas berat.
Dengan program perbaikan dan pemeliharaan yang terus berjalan, Pemkab Sleman berharap kualitas infrastruktur jalan semakin baik dan mendukung mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Jat)






