UMKM Sleman Gelar J-CoVa 2026 Secara Mandiri

oleh -
img 20260802 074510

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Ratusan pelaku usaha dan pengunjung memadati Gedung JOZS (Jogja Cozy Space), Sabtu (1/8) pagi. Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kabupaten Sleman menggelar Jogja Cozy Vaganza (J-CoVa) 2026 sebagai ajang promosi sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum menyambut Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap Agustus.

Berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM di 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya menjadi ruang transaksi, J-CoVa juga menghadirkan ruang konsultasi usaha, lembaga perbankan, hingga organisasi pengusaha untuk memperluas akses dan jejaring pelaku UMKM.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sehami, mengatakan J-CoVa 2026 dirancang bukan sekadar tempat berjualan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan agar UMKM mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta membangun koneksi bisnis.

“Ini harus menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk memperbaiki kualitas produk, memperluas pasar, serta membangun komunikasi dan koneksi,” kata Ardi.

Ia menegaskan, Forkom UMKM berupaya menyelaraskan kegiatan tersebut dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah.

Salah satunya melalui dukungan terhadap program Bupati Sleman, yakni “Borong Bareng Produk UMKM”.

Ardi optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet UMKM.

Dukungan itu terlihat dari keterlibatan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sleman yang ikut membeli produk UMKM melalui voucher belanja yang disiapkan panitia.

Namun, ada hal lain yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan J-CoVa 2026. Event yang melibatkan ratusan pelaku usaha tersebut digelar secara swadaya dan mandiri tanpa alokasi APBD pemerintah.

Menurut Ardi, kemandirian pembiayaan tersebut menjadi bukti bahwa pelaku UMKM Sleman memiliki kemampuan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi secara kolektif.

“Event sebesar ini bisa berjalan tanpa plot anggaran pemerintah. Ini bukti pelaku UMKM Sleman mandiri, tangguh, dan berdikari,” tegasnya.

Ia menilai, partisipasi jajaran OPD yang turut memborong produk UMKM melalui voucher belanja juga memberikan dorongan moral bagi para pelaku usaha.

Selain pameran dan transaksi produk, J-CoVa 2026 dikemas dengan berbagai kegiatan edukatif. Anak-anak diajak mengikuti lomba menghias donat, sementara pelaku usaha dan peserta lainnya dapat mengikuti lomba inovasi olahan berbahan pangan lokal.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya bertumpu pada transaksi jual beli, tetapi juga membutuhkan peningkatan kreativitas, kualitas produk, jejaring usaha, serta dukungan lintas sektor.

Dengan mengandalkan kolaborasi dan kemandirian, J-CoVa 2026 menjadi salah satu gambaran bagaimana pelaku UMKM Sleman berupaya naik kelas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.