Dibalik Penolakan, Warga Dukung Pembangunan RS Hermina

oleh -
Rs Hermina
Di lokasi pembangunan terpasang spanduk dukungan atas nama warga dan elemen masyarakat mendukung berdirinya RS Hermina.

NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Ramainya pemberitaan penolakan warga atas pembangunan Rumah Sakit (RS) Hermina, ternyata sebagian besar warga sekitar mendukung. Hal itu tertuang dalam surat kesepakatan atau perjanjian antara pihak RS Hermina dengan perwakilan warga RW 06 Kelurahan Periuk, Kota Tangerang.

Tokoh Pemuda RW O6, Agus Nana Andira mengatakan, bahwa sebagian besar warga mendukung berdirinya RS Hermina di Kampung Nagrak Kelurahan Periuk Kota Tangerang. Karena hasil rapat kesepakatan antara warga dan RS Hermina dinotulenkan dan rapat tersebut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan perwakilan warga.

“Dalam rapat kita sudah sepakati untuk mendukung pembangunan rumah sakit hermina, hanya satu yang menolak. Kenapa kami setujui karena permintaan masyarakatpun, pihak hermina siap merealisasikan, dan itu tertuang dalam berita acara rapat di surat perjanjian antara pihak hermina dan masyarakat” ungkap Agus bersama elemen masyarakat di lokasi pembangunan RS Hermina, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga : DPRD Desak Walikota Tangerang Hentikan Pembangunan RS Hermina

Menurutnya, isi dalam perjanjian tersebut diantaranya, pihak hermina siap mengakomodir dalam penyerapan tenaga kerja dalam proses pembangunan sampai nanti ketika sudah berdiri, siap mengganti apabila terjadi kerusakan rumah warga karena dampak pembangunan. Pihak RS Hermina siap untuk diperiksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh masyarakat dan membantu perbaikan Kubah Masjid Jami Al Barokah serta memfasilitasi masyarakat sekitar yang akan berobat tanpa ada birokrasi yang berbelit.

“Warga yang menolak dalam rapat, dinilai tidak substansi, lantaran ia mengklaim jarak pembangunan dengan masjid berjarak tiga meter, tetapi faktanya berjarak Lima bebas meter,” pungkasnya.

Rshermina

Sementara itu Ketua RW 06, Muhamad Yusuf menilai, berdirinya RS Hermina memiliki banyak dampak positif untuk masyarakat. Dirinya membantah adanya isu pemalsuan tanda tangan izin masyarakat.

“Dalam rapat sebagian besar masyarakat menyetujui pembangunan tersebut dan menandatangani persetujuan tersebut dalam rapat, Soal isu pemalsuan itu hak mereka, laporkan saja pada yang berwajib,” tukasnya.

Ketua Karang Taruna Rw 06, Herman Hermawan mengkalim ada dampak positif bagi warga, karena tempat yang dijadikan lokasi pembangunan RS Hermina Kota Tangerang yang tadinya tempat pembuangan sampah liar, kini menjadi bersih dan tertata serta banyak pemuda yang dilibatkan dalam proses pembangunan.
.
“Lokasi pembangunan dulunya itu tempat pembuangan sampah liar, dan sekarang lebih tertata dan rapih,” imbuhnya.

Saefi bahri salah satu warga sekitar yang rumahnya berjarak 50 meter dari lokasi pembangunan RS Hermina Kota Tangerang, menepis isu tentang air tanah warga yang berbau dan rumah warga yang retak.
.
“Rumah saya 50 meter dari pembangunan mas, saya tidak merasakan air yang bau atau rumah saya retak, kan rumah sakit baru mau berdiri belum beroperasi,” tandasnya. (yuyu)