Diduga Tak Sesuai SOP, Proyek Irigasi P3-TGAI APBN Rp195 Juta di Bulumargi Lamongan Disorot

oleh -
oleh
img 20260108 wa0011

NASIONALNEWS.id,LAMONGAN–Proyek irigasi milik Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bengawan Solo, kembali menjadi sorotan. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh HIPPA P3A Tirto Magi di Daerah Irigasi Waduk Awar-Awar, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp195.000.000 tersebut menunjukkan indikasi persoalan teknis di lapangan. Berdasarkan pantauan wartawan NasionalNews.id pada Sabtu (3/1/2026), ditemukan kondisi konstruksi bangunan yang memprihatinkan.

Di bagian bawah tembok irigasi terlihat adanya lubang pada struktur bangunan. Bahkan, koper pondasi tampak menggantung dan beberapa titik sudah mengalami retakan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan, perencanaan teknis, serta pengawasan proyek yang menggunakan dana negara.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bulumargi, Ismail, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh anggota HIPPA P3-GAI. Ia menyebut kerusakan terjadi akibat debit air yang tinggi.

“Pelaksananya dari anggota P3-GAI. Banyu pol, memang sungainya besar. Nanti akan dibenahi,” ujar Ismail melalui sambungan WhatsApp kepada wartawan NasionalNews.id.

Namun demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran publik.

Proyek irigasi yang dibiayai APBN seharusnya telah memperhitungkan faktor teknis seperti tekanan air, kondisi tanah, serta risiko cuaca ekstrem dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Retakan dan pondasi menggantung di usia bangunan yang relatif baru menimbulkan dugaan lemahnya mutu pekerjaan atau pengawasan teknis dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo maupun Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo terkait temuan di lapangan tersebut. Publik berharap instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, audit teknis, serta memastikan perbaikan dilakukan sesuai ketentuan agar dana negara tidak terbuang sia-sia dan fungsi irigasi bagi petani tetap terjamin.

Sholic

No More Posts Available.

No more pages to load.