NASIONALNEWS.id,JAKARTA,– Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Jumat (12/12/2025) secara resmi membubarkan parlemen dan membuka jalan bagi pemilihan umum (pemilu) lebih awal. Langkah ini diambil di tengah kebuntuan legislatif dan konflik perbatasan yang sedang berlangsung dengan Kamboja. Anutin beralasan bahwa pembubaran parlemen ini bertujuan untuk “mengembalikan kekuasaan kepada rakyat”.
Dilansir Aljazeera.com, Pembubaran parlemen ini telah disetujui oleh Raja Maha Vajiralongkorn, dengan dekrit kerajaan yang diumumkan pada Jumat. Pemilu dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu 45 hingga 60 hari setelah dekrit, kemungkinan antara akhir Januari hingga Februari 2026. Juru bicara pemerintah, Siripong Angkasakulkiat, menjelaskan bahwa langkah ini dipicu oleh perselisihan dengan Partai Rakyat oposisi, yang merupakan blok terbesar di parlemen.
Krisis politik ini juga diperparah oleh tantangan ekonomi yang dihadapi Anutin sejak menjabat pada Agustus 2023, termasuk tingginya utang rumah tangga, konsumsi yang lesu, dan tekanan dari tarif Amerika Serikat. Ketidakpastian politik yang berkelanjutan ini semakin menambah beban pada perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara tersebut.
Editor: IMAM S






