NASIONALNEWS.id, YOGYAKARTA–RSUP Dr. Sardjito memulai babak baru dalam sejarah kesehatan nasional melalui pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU). Rumah sakit rujukan utama di DIY dan Jawa Tengah ini diproyeksikan menjadi rumah sakit masa depan dengan layanan terintegrasi satu pintu.
Pembangunan CMU ditandai groundbreaking oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito dr. Eniarti pada Kamis (8/1/2026) di kompleks RSUP Dr. Sardjito, Sleman. Proyek bernilai Rp917,97 miliar ini murni didanai secara mandiri oleh rumah sakit, tanpa menggunakan dana APBD atau APBN.
Menteri Budi Gunadi Sadikin menekankan proyek ini sebagai upaya merebut kembali kepercayaan masyarakat agar tidak berobat ke luar negeri. “Masyarakat ke luar negeri bukan cuma soal fasilitas, tapi karena merasa lebih ‘dimanusiakan’. Tingkatkan kemampuan non-medis dokter kita. Komunikasi dan empati harus utama agar pasien nyaman dan percaya,” ujarnya.
Transformasi ini merampingkan 32 gedung existing menjadi 9 gedung utama dengan kapasitas 2-3 kali lipat. “Targetnya dipercepat ke 2029 agar diresmikan Presiden. RSUP Dr. Sardjito bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi merawat kehidupan,” tambahnya. Gedung megah bukan prioritas utama; komunikasi dan empati harus jadi standar, terutama bagi warga Jogja dan lansia.
Senada, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pembangunan ini merawat nilai kemanusiaan. “Rumah sakit bukan sekadar penyembuhan raga, melainkan ruang pengayoman, tempat harapan dipelihara, dan rasa aman ditumbuhkan.” CMU menghubungkan gawat darurat, perawatan intensif, ruang operasi, diagnostik, dan layanan digital dalam alur berkesinambungan, didukung AI sebagai alat bantu, bukan pengganti sentuhan manusia. Ia juga soroti kesejahteraan tenaga kesehatan untuk lingkungan kerja empati.
dr. Eniarti menjelaskan CMU dibangun di lahan 10.043,77 m², 13 lantai plus 2 basement, luas total 55.574 m². Fasilitas mencakup kamar operasi robotik dan hybrid angio-CT, MRI 3 Tesla, CT spectral photon-counting, lab stem cell, cath lab biplane, 52 bed darurat, 29 OR, 6 cath lab, 192 bed ICU, serta parkir memadai. Kontraktor: PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya; konsultan: KSO Yodya Karya–Griksa Cpta. Ditargetkan jadi Center of Excellence untuk darurat, bedah minimal invasif, transplantasi, dan pengobatan presisi, plus fasilitas pendukung seperti co-working space.
RSUP Dr. Sardjito libatkan 1.500+ tenaga medis untuk ekosistem holistik, aman, dan terjangkau, perkuat peran rujukan nasional. (Ridar/Humas Pemda DIY)
Ed>>> RIDAR







