NASIONALNEWS.id LAMONGAN–Upaya melindungi generasi muda dari pengaruh radikalisme di ruang digital terus diperkuat di Kabupaten Lamongan. Melalui koordinasi lintas sektor, berbagai pihak berupaya membangun kesadaran bersama agar anak-anak dan pelajar tidak menjadi sasaran penyebaran paham ekstrem di dunia maya.
Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Penguatan Jejaring Lintas Sektoral untuk Memutus Mata Rantai Radikalisme di Ruang Digital digelar pada Kamis (12/3/2026) di Kantor Diskominfo Kabupaten Lamongan. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut diikuti sekitar 10 peserta dari berbagai unsur pemerintah daerah dan komunitas penggerak literasi digital.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan, Dedi Dian Ali, yang hadir mewakili pimpinan membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas inisiatif penguatan kolaborasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hasil pertemuan akan dirumuskan lebih lanjut dan dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk menjadi bahan tindak lanjut program penguatan literasi digital di Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Duta Damai Jawa Timur dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ahmad Reza, memaparkan bahwa ruang digital saat ini menjadi salah satu jalur yang cukup masif digunakan untuk menyebarkan paham radikalisme, termasuk menyasar kalangan pelajar.
Menurutnya, generasi muda yang aktif di media sosial perlu dibekali kemampuan literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten berbahaya.
“Anak-anak dan pelajar menjadi salah satu target penyebaran paham radikal di ruang digital. Karena itu, kita perlu memperkuat kontra narasi dan literasi digital agar mereka memiliki benteng pengetahuan saat berselancar di internet,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait tata kelola platform digital untuk perlindungan anak.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Lamongan, Wawan Teguh, menyampaikan bahwa literasi digital selama ini telah menjadi bagian dari program sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain berupa edukasi bijak bermedia sosial serta kampanye melawan hoaks.
Namun ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan di ruang digital.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan, mulai dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga lembaga lain agar kampanye anti radikalisme dan kekerasan di ruang digital dapat menjangkau lebih luas,” katanya.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana terbuka juga menghadirkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan. Mereka menilai penguatan jejaring lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman radikalisme yang menyasar generasi muda.
Selain itu, program internet sehat yang melibatkan organisasi masyarakat dan lembaga non-pemerintah juga dinilai menjadi salah satu strategi untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi warga Lamongan.
Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 11.20 WIB tersebut berjalan aman dan lancar. Para peserta sepakat bahwa kerja sama lintas sektor perlu terus diperkuat agar upaya melindungi anak dan pelajar dari paparan radikalisme di dunia digital dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat Lamongan semakin sadar akan pentingnya literasi digital, sehingga generasi muda dapat tumbuh sebagai pengguna internet yang cerdas, kritis, dan aman dari pengaruh paham radikal.
(Sholic)






