Usai Insiden Tribun Roboh, Bupati Banyumas Fokuskan Penanganan 58 Korban

oleh -
oleh
img 20260726 wa0044

NASIONALNEWS.ID PURWOKERTO – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Banyumas menyusul insiden ambruknya tribun VIP pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memutuskan menghentikan sementara seluruh rangkaian kejuaraan hingga proses penanganan korban dan investigasi penyebab insiden rampung dilakukan.

 

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan keselamatan publik sekaligus memberi ruang bagi aparat dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan berskala nasional itu.

 

“Setelah terjadi insiden ini, saya hentikan sementara. Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Sadewo kepada wartawan.

 

Selain menghentikan sementara kejuaraan, Bupati juga menegaskan bahwa event organizer (EO) dan panitia penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban, termasuk memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan terpenuhi.

 

“EO dan panitia harus bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban, termasuk penanganan medis,” tegasnya.

 

Tak lama setelah insiden terjadi, Sadewo memilih meninggalkan lokasi untuk memastikan kondisi para korban secara langsung. Ia mengunjungi lima rumah sakit yang menangani korban, yakni RS Wijaya Kusuma (DKT), RS Elisabeth, RS Orthopaedi Purwokerto (RSOP), RS Geriatri, dan RSUD Banyumas.

 

Di setiap rumah sakit, Bupati berdialog dengan tenaga medis, korban, serta keluarga yang mendampingi. Kehadirannya menjadi bentuk empati sekaligus memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

 

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan seluruh penanganan medis bagi para korban berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya,” kata Sadewo saat berada di RS DKT Purwokerto.

 

Berdasarkan data sementara, 58 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka tersebar di lima rumah sakit dengan rincian 15 korban di RS DKT (Wijaya Kusuma), 10 korban di RS Elisabeth, 24 korban di RSOP, delapan korban di RS Geriatri, dan satu korban di RSUD Banyumas. Sejumlah korban dilaporkan mengalami patah tulang dan berbagai cedera akibat terjatuh ketika tribun VIP ambruk.

 

Pemkab Banyumas menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar menyelesaikan persoalan teknis penyelenggaraan, melainkan memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis hingga tuntas tanpa terkendala pembiayaan maupun proses administrasi.

 

“Kami mencoba berkoordinasi dengan penyelenggara dan instansi terkait agar penanganan medis para korban dapat ditanggung dengan tuntas. Fokus kita di situ dulu,” ujar Bupati.

 

Respons cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari keluarga korban yang mendampingi di rumah sakit. Mereka menilai kehadiran langsung Bupati beserta jajaran memberikan ketenangan sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan para korban menghadapi musibah tersebut sendirian.

 

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun VIP. Proses investigasi meliputi pemeriksaan konstruksi tribun, kapasitas penonton, serta pemenuhan standar keselamatan penyelenggaraan acara. Dugaan sementara mengarah pada ketidakmampuan struktur menahan beban penonton yang memadati area tribun, namun penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan otomotif harus selalu diimbangi dengan komitmen terhadap aspek keselamatan. Di tengah semangat menghadirkan event nasional di Banyumas, perlindungan terhadap penonton tetap menjadi fondasi utama agar setiap ruang hiburan publik benar-benar menghadirkan rasa aman bagi semua.

 

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.