NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman mengucurkan tali asih dan penghargaan senilai total Rp 125 juta kepada atlet pelajar dan pelatih yang berlaga dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah atas perjuangan atlet muda yang membawa nama Sleman di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penyerahan penghargaan dilakukan Bupati Sleman Harda Kiswaya di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (20/10/2026) pagi.
Dana tersebut dialokasikan untuk dua kelompok penerima. Kontingen GSI mendapatkan Rp 72 juta, sedangkan atlet dan pelatih O2SN tingkat SD dan SMP menerima alokasi Rp 53 juta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2026, Peraturan Bupati Sleman Nomor 23 Tahun 2018, serta Keputusan Kepala Dispora Sleman Nomor 058/KPTS.Ka.Dispora/2026.
Untuk kontingen GSI yang bertanding pada akhir Agustus hingga September 2026, anggaran Rp 72 juta diberikan kepada 40 atlet putra-putri dan delapan pelatih. Masing-masing penerima memperoleh Rp 1,5 juta.
Sementara itu, anggaran Rp 53 juta untuk kontingen O2SN tingkat SD dan SMP dialokasikan sebagai bonus berdasarkan medali yang diraih atlet perorangan serta penghargaan bagi pelatih.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengingatkan para atlet pelajar agar tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang sudah diraih. Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang, latihan rutin, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang selama ini mendampingi atlet, menyusun strategi, serta membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dalam pertandingan.
Harda berharap penghargaan yang diberikan pemerintah tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga penyemangat bagi atlet muda untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi.
“Anak-anakku para atlet pelajar, jangan cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Teruslah berlatih untuk meningkatkan kemampuan,” pesan Harda.
Selain menekankan pentingnya latihan, Harda mengingatkan atlet agar menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Jawa, yakni ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake.
Pitutur tersebut mengajarkan bahwa seseorang harus berani menghadapi tantangan tanpa harus mengandalkan kekuatan berlebihan, serta mampu meraih kemenangan tanpa merendahkan pihak lain.
Menurut pesan tersebut, prestasi bukan semata-mata soal kemenangan, tetapi juga tentang sportivitas, tanggung jawab, ketekunan, dan sikap saling menghargai.
Pemkab Sleman berharap pemberian penghargaan kepada atlet dan pelatih dapat memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini. Dukungan pemerintah diharapkan berjalan seiring dengan peran sekolah, pelatih, dan orang tua dalam mendampingi perkembangan atlet pelajar.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Sleman berharap semakin banyak atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus membangun sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan berprestasi.
Penghargaan senilai Rp 125 juta itu pun diharapkan menjadi dorongan bagi para atlet pelajar untuk terus berkembang, tidak berhenti pada prestasi yang telah diraih, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. (Jat)







