Beri Kuliah Umum di Unihaz, Pangdam II/Sriwijaya: Sebagai Generasi Penerus Harus Rajin Belajar dan Ibadah

oleh -
oleh
img 20221201 wa0002

NASIONALNEWS.ID, PALEMBANG – Disela-sela kunjungan kerjanya di Bumi Raflesia, Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Hilman Hadi, S.I.P., M.B.A., M.Han., menyempatkan diri untuk memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ) Bengkulu, Jalan. Jend. A. Yani No., Kelurahan Kebun Ros, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Rabu (30/11/2022).

Kedatangan Pangdam II/Sriwijaya di Unihaz didampingi Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Dr. A. Budi Handoyo, M. Tr (Han) dan rombongan disambut langsung oleh Rektor Unihaz, Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si., Wakil Rektor dan Dekan serta para Dosen.

Diikuti sekitar 810 Mahasiswa/Mahasiswi Unihaz, Kuliah Umum bertemakan, ”Mewujudkan Generasi Tangguh, Unggul dan Bermutu, Menuju Indonesia Emas 2045″, dibuka secara resmi oleh Rektor Unihaz Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si.

Dalam kuliahnya, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Hilman Hadi mengatakan bahwa, untuk mewujudkan Generasi Tangguh, Unggul dan Bermutu Menuju Indonesia Emas 2045, harus kokohkan persatuan dan perkuatan jiwa nasionalisme serta pegang teguh nilai-nilai Pancasila.

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus selalu disiplin, disiplin itu akan tertanam dalam diri sendiri apa bila benar-benar kita laksanakan dengan baik. Kita sebagai generasi penerus, tugasnya sekarang mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan menuju Indonesia emas tahun 2045,” paparnya.

Dikatakan Pangdam, sebagai generasi penerus selalu memperhatikan nilai-nilai warisan bangsa Indonesia yang tidak boleh luntur, harus menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, selalu optimisme dan berjiwa nasionalisme. img 20221201 wa0003Dengan adanya perbedaan, itu bukan melunturkan persatuan dan kesatuan, tetapi tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita juga harus selalu waspada dalam dua ancaman yaitu ancaman ideologi dan ancaman teritorial serta kita semua harus menghindari intoleransi, paham radikalisme dan terorisme serta paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila,” kata Pangdam.

Dijelaskan juga, bahwa di Era Industri 4.0 dibutuhkan generasi muda yang memiliki pemikiran kritis, Kreatif dan Inovatif, Kolaboratif serta harus memiliki kemampuan berkomunikasi.

“Kepada mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi penerus harus rajin belajar dan ibadah. Hormati orang tua dan para dosen serta jangan bermain dengan narkoba, karena narkoba dapat merusak semua sendi kehidupan kita,” pungkasnya. (Abiyasa/Pendam II/Sriwijaya)

No More Posts Available.

No more pages to load.