NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA — Musim kemarau panjang mulai menjadi perhatian serius jajaran Kodam IV/Diponegoro. Sebanyak 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini berada dalam status awas kekeringan.
Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono saat memimpin Upacara Bendera 17-an September 2026 di sisi barat Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Dalam upacara tersebut, Danrem membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin. Salah satu perhatian utama Pangdam adalah dampak kemarau panjang yang memicu krisis air bersih sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pangdam meminta seluruh komandan satuan kewilayahan bergerak lebih cepat. Mereka diminta melakukan mitigasi, memperbarui peta wilayah rawan, hingga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.
“Untuk wilayah terdampak krisis air bersih, segera berkoordinasi dengan Pemda, BPBD, PDAM, dan instansi terkait untuk mendistribusikan bantuan air secara tepat sasaran,” tegas Pangdam dalam amanat yang dibacakan Danrem.
Upacara tersebut diikuti Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, para Kasi Korem, Dan/Ka Satdisjan, serta prajurit dan PNS jajaran Korem 072/Pamungkas.
Selain persoalan kekeringan, Pangdam mengingatkan seluruh satuan agar memperkuat tata kelola anggaran dan Barang Milik Negara (BMN). Pengawasan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Menjelang akhir Triwulan III Tahun Anggaran 2026, seluruh satuan juga diminta segera menuntaskan administrasi pertanggungjawaban keuangan tepat waktu.
Soal personel, para komandan satuan diminta meningkatkan pengawasan melekat dan membangun komunikasi dua arah. Perhatian juga harus diberikan terhadap kesehatan prajurit dan PNS, termasuk kedisiplinan berlalu lintas.
Pangdam mencatat sebanyak 859 prajurit dan PNS menderita penyakit kronis pada Triwulan III 2026. Karena itu, seluruh personel diminta menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga.
Di sisi lain, Kodam IV/Diponegoro mendapat apresiasi atas sejumlah capaian di lapangan.
Dalam penanganan stunting, jajaran Kodam mengembangkan 5.500 Dapur Sehat, yang terdiri dari 4.441 dapur mandiri dan 59 dapur lahan TNI AD.
Sementara dalam mendukung ketahanan pangan, penyerapan gabah nasional (Sergap) bersama Bulog mencapai 611.139,21 ton atau 107,11 persen dari target di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Capaian tersebut juga diperkuat berbagai kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Setelah upacara, Danrem 072/Pamungkas memberikan Jam Komandan (Jamdan) kepada seluruh personel Korem 072/Pamungkas dan jajaran.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengajak seluruh anggota selalu bersyukur atas kesehatan dan tugas yang diberikan.
Ia juga mengingatkan personel agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi.
“Jaga kesehatan secara mandiri dengan rajin berolahraga agar kondisi fisik tetap prima dalam menjalankan tugas pertahanan dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.
Danrem menegaskan, kesehatan, disiplin dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas setiap personel Korem 072/Pamungkas. (Jat/Penrem072Pmk)







