Dukung Aksesibilitas dan Kesejahteraan Masyarakat, Kodim 0403/OKU Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Desa Pusar

oleh -
oleh
img 20260305 wa0014 copy 1020x574

Nasionalnews.id OKU – Kodim 0403/OKU, terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Salah satu proyek vital yang tengah menjadi fokus utama adalah pembangunan Jembatan Gantung Sungai Ogan yang berlokasi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Provinsi Sumatera Selatan.

Hingga saat ini, Rabu 4 Maret 2026 proyek yang berada di bawah pengawasan Koramil 012/Baturaja tersebut menunjukkan tren positif dengan realisasi fisik yang signifikan._

Komandan Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyatakan, bahwa, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Berdasarkan laporan teknis terbaru, progres pembangunan saat ini telah mencapai angka 80,50%.

“Jembatan gantung ini dirancang dengan spesifikasi panjang mencapai kurang lebih 100 meter dan lebar 2 meter, membentang kokoh di atas Sungai Ogan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Kehadiran jembatan ini, diharapkan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan wilayah terisolir, memperpendek jarak tempuh, serta mempermudah pengangkutan hasil bumi bagi petani di sekitar Desa Pusar,” kata Dandim.

Memasuki tahap akhir, Lanjut Dandim,  tim di lapangan telah berhasil menyelesaikan agenda krusial, yakni penyetelan gantungan jembatan gantung secara menyeluruh. Tahapan ini merupakan salah satu bagian tersulit yang membutuhkan ketelitian tinggi guna memastikan aspek keamanan dan keseimbangan beban jembatan saat digunakan nanti.

“Dengan selesainya tahap penyetelan, struktur utama jembatan kini telah terlihat bentuk dan kekuatannya. Selanjutnya, pengerjaan akan segera difokuskan pada dua agenda utama, yakni pemasangan gelagar memanjang serta pemasangan klam seling tengah lantai,” ujar Dandim.

Letkol Arh Yusuf Winarno menegaskan bahwa, meski mengejar target selesai tepat waktu, standar kualitas dan keamanan material tetap menjadi prioritas utama agar jembatan memiliki daya tahan yang lama dalam menghadapi arus sungai dan beban kendaraan roda dua.

“Saya sangat mengapresiasi sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat yang saling bahu-membahu dalam proses pembangunan ini,” kata Dandim.

Tambahnya, saya berharap, setelah jembatan ini rampung 100 persen, warga dapat menjaga dan merawat aset infrastruktur ini dengan baik.

“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang dalam meningkatkan taraf ekonomi dan sosial di wilayah Baturaja Barat,” pungkas Dandim. (Herry/rl)

No More Posts Available.

No more pages to load.