Diduga Terjadi Kecurangan, Panitia P3D Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Disomasi Oleh Peserta

oleh -
oleh

 

NASIONALNEWS.id,Banyumas- Pelaksanaan tes Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa, Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten yang dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Desember 2022 lolos satu peserta bernama S yang merupakan warga baru di Desa Wiradadi hasilnya dianggap curang oleh sejumlah peserta yang telah mengikuti tes.

 

Pasalnya ada beberapa Juknis Perbup dari Kabupaten Banyumas yang tidak dimasukan didalam persyaratan pendaftaran P3D di Desa Wiradadi.

 

“Mulanya saya melihat informasi melalui group washapp RT dalam bentuk photo pamflet terdapat juga di jalan umum ada persayaratan Calon peserta melampirkan Surat Keterangan Bebas Narkoba, sehingga saya mempersiapkan, saya priksaan diri saya ke klinik PMI dan berbayar,” ungkap salah satu peserta yang tidak bersedia disebut namanya

 

“Ketika saya mendaftarkan diri pada tanggal 26 Novemeber syarat itu sudah tidak ada, rugi dong saya, merubah Tatib sepihak tanpa pemberitahuan atau selebaran kepada calon peserta,” imbuhnya

 

Tidak cuma disitu, kekecewaan juga diungkapkan oleh peserta lain yang tidak lolos tes, dengan tidak ditampilkan point plus dari tingkat pendidikan maupun prestasi.

 

“Jadi pada saat pelaksanaan tes, kami semua tidak tahu dari awal berapa point plus per orangnya, padahal kita ini ada point tambahan dari prestasi juga dari pengabdian, setelah yang lolos empat orang dites tulis baru point itu digabungkan ke hasil nilai ujian hanya kepada 4 orang saja, disitu kecurigaan saya,” kata Tri salah satu peserta.

 

Dalam pelaksanaan P3D di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas yang mana diikuti oleh 16 orang , sejumlah 9 orang dari Desa setempat dan 7 orang dari luar Desa orang. Dari hasil tes tertulis tersisa yang lolos 4 orang kemudian dilanjutkan kesokan harinya tes komputer.

 

Tes komputer meliputi Word dan Excel

“Saat tes komputer dengan waktu 90 menit saya melihat S ini terlihat mahir menggunakan komputer apalagi sampai masuk ke rumus logika if, saya melihat sendiri mas bagaiman dia mengoprasikan komputer, anehnya Nilainya paling tinggi diantara kita berempat,” ungkap Peserta yang tak bersedia disebut namanya

 

Dia juga menambahkan , Hasil Rangking uji komputer dari peringkat 1 sampai 4 saudara S tertinggi 40,50 point , Angga 40,33 poin ,Grace 40,16 point dan Desi 40 Point, serta hasil tes S bisa dibilang sempurna yaitu 93 poin, dari jumlah 100 soal. Artinya kecurigaan saya ada alasanya kalau saya usul diuji ulang kompentensinya untuk pembuktian.

 

“Emang mas saya juga curiga ketika ada penambahan waktu 18 menit untuk S dengan alasan panitia karena ada error komputer, aneh saja pokoknya saya ikut P3D tidak baru ini. Kenapa point pendidikan dan prestasi tidak dihitung dari awal,” kata Rozaq Nugroho

“Saya bukan tidak legowo dalam kompetisi pasti menghasilkan satu pemenang tapi kita pertanyakan transparansi dari panitia disini,” katanya

“Pokoknya saya menyampaikan protes, tadi sudah saya sampaikan ke pak Sekcam Sokaraja mengenai aturan bebas Narkoba itu, dan pak Sekcam akan menjawab dihari Senin atau 3 hari kedepan,”

 

Pertemuan tersebut dilakukan di ruang Kantor Desa Wiradadi Sabtu 17/12/22 atas permohonan yang di layangkan melalui surat ditujukan kepada panitia P3D Desa Wiradadi yang diketuai oleh Darkim dan tertulis tembusan ke kecamatan Sokaraja serta Polresta Banyumas.

 

Kapolsek Sokaraja, AKP, Sutrisno SH berbicara langsung ditengah protes tersebut.

 

“Selesaikan secara lokal untuk masalah ini, kalau sampai naik dan jika ada pihak yang memprotes menemukan bukti dugaannya kami siap memfasilitasi karena ini ada diwilayah hukum kami,” ungkap Kapolsek

“Siapapun yang melanggar maka akan kami lidik baik Panitia , Kades maupun pesertanya,” tegasnya ( IMAM S )

No More Posts Available.

No more pages to load.