NASIONALNEWS.id, YOGYAKARTA–Ritual Labuhan Gunung Merapi yang digelar Keraton Yogyakarta akan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, di Pos SAR DIY Kalikuning, Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Tahun ini, acara mempersembahkan dua gunungan raksasa sebagai ugarampe untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.”Kita sudah siapkan dua gunungan berukuran raksasa yang nanti akan kita labuh,” ujar Yulia dari Bagian Logistik BPBD DIY saat ditemui NasionalNews.id pada Senin pagi (19/1/2026).
Menurutnya, semua relawan yang terlibat, terdiri dari anggota SAR DIY dan BPBD DIY, tidak tidur semalaman suntuk seperti tradisi labuhan Merapi sebelumnya. “Semua anggota yang terlibat melek semalam suntuk,” tambahnya.Kedua gunungan raksasa ini merupakan sumbangan dari Mbah Mardi, salah seorang tokoh masyarakat Ketep Pass.

Ketep Pass sendiri adalah objek wisata alam di Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, yang dikembangkan dengan tema kegunungapian khususnya Gunung Merapi. Kawasan ini diresmikan pada 17 Oktober 2002 oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, sebagai jalur wisata Solo–Selo–Borobudur (SSB).
Ritual Labuhan Merapi merupakan tradisi tahunan Keraton Yogyakarta setiap 1 Ruwah (penanggalan Jawa), bertepatan dengan Pengetan Jumenengan Dalem Sri Sultan. Prosesi dimulai dari penyerahan ubarampe dari Keraton ke Cangkringan, dilanjutkan arak-arakan ke lokasi ritual di Sri Manganti, lereng Merapi (Kinahrejo). Di sana, juru kunci memimpin doa, pembacaan nama ugarampe seperti kain-kain pusaka, serta pembagian nasi berkat kepada warga sebagai simbol syukur dan pembersihan diri dari sifat buruk. Labuhan Ageng serupa juga digelar setiap delapan tahun di Parangkusumo dan Gunung Lawu.
>>> RIDAR






