NASIONALNEWS.ID, LEBAK – Fahmina institut berkerja sama dengan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pelatihan menangkal ujaran kebencian di Hotel Katineung Rangkasbitung, Lebak, Rabu (10/10/18). Acara yang digelar selama 2 hari, dihadiri pemuka agama, pimpinan pondok pesantren dan organisasi sosial-keagamaan yang ada di Kabupaten Lebak.
Ketua Fatayat NU Lebak, Siti Nurasiah mengatakan, ujaran kebencian dan intoleransi dengan mengatasnamakan agama cukup marak di media sosial (Medsos), untuk itu Fahmina institut bekerjasama dengan Fatayat NU Lebak menyelengararakan pelatihan terhadap 25 orang pemuka agama, pimpinan pondok pesantren, dan organisasi sosial kemasyarakatan selama dua hari.

“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah,” ujar Siti.
Dijelaskannya, pemateri yang mengisi kegiatan tersebut berasal dari beragam profesi dan latar belakang diantaranya, pimpinan pondok pesantren Qothrotul falah KH Nurul Huda Ma,arif, Kepala dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) Lebak, Doddi Irawan, MUI Lebak KH Hudori, GP Ansor Lebak, PCU Lebak, dan dari Jakarta Ali Mukti.
“Ujaran kebencian di media sosial harus kita tangkal bersama. Karena itu peran pemuka agama dan pimpinn organisasi sosial keagamaan menjadi sangat penting, apalagi mereka punya santri dan anggota yang cukup banyak,” paparnya.
Fasilator pelatihan Nurul Huda Ma,arif menyatakan, tujuan kegiatan tersebut di antaranya memetakan tantangan serta hambatan yang di hadapi tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat sipil lainya.
“Dalam penanganan ujaran kebencian dan Hoax, dirumuskan solusi atau langkah strategis dalam menangani maupun mengantisipasi hambatan dan tantangan yang muncul dalam upaya penanganan ujar kebencian,” tandasnya. (Ali)










