NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA – Gedung Juang Yogyakarta ternyata memiliki koleksi geguritan hasil buah karya Koh Hwat dengan nama asli Tjhian Hwat (Handoyo Wibowo). Seorang tokoh berdarah campuran Jawa – Tionghwa dikenal sebagai seniman, sastrawan dan budayawan di Jogjakarta.

“Itu hasil buah karya seniman dan sastrawan yang dikalangan masyarakat dikenal figur berjiwa sosial yang tinggi. Tiga geguritan itu punya makna yang mendalam” kata Prio Adi, Jurnalis NasionalNews.id Biro Jogjakarta usai pertemuan internal hari Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, setiap tamu yang datang bertandang ke Gedung Juang yang beralamat di Jalan Kusumanegara Banguntapan Bantul Yogyakarta itu akan berhenti sejenak didepan tiga geguritan dan mencoba menghayati makna yang diselipkan Koh Hwat.
Koh Hwat yang mencintai budaya dan sastra Jawa dengan ribuan karya geguritan, sajak, dan “panglimbang rasa, membuka GaleriWelas Asih di Warungboto Jalan Veteran No 78 Yogya. Sebanyak 37 karya geguritan Koh Hwat dari tahun 2000 hingga terbaru Januari 2018 dipajang di dinding memberi warna dan nuansa seni sastra Jawa yang kental.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Jogja, Wali Kota Hasto Wardoyo mengaku terkesima dengan ribuan karya geguritan yang dipajang rapi di dinding-dinding dan dibingkai indah.
Hasto mengunjungi galeri itu beberapa waktu lalu . Ia didampingi Komandan Kodim 0734/Kota Yogya, Kolonel Inf. Arif Setiyono.
Saat ke galeri ini, Hasto Wardoyo disambut langsung oleh Koh Hwat. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa.
Karya-karya geguritan Koh Hwat dengan pigura ukuran besar 90 cm x 120 cm, 130 cm x 150 cm, dan 120 cm x 180 cm, bisa terbaca dengan jelas. “Penataan juga diurutkan dan membawa falsafah Jawa yang luhur seperti Rasa, Rumangsa, Welas Asih, Ojo Dumeh, Basuki, Hamemayu, kemudian ada Kinanthi, Becik, Wicaksana. (Ridar)






