Gerakan Patrion Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kreativitas Nusantara

oleh -
img 20250612 wa0056
Foto bersama para pendukung Patrion Movement yang siap memulai babak baru dalam upaya kolektif menjaga dan memajukan budaya, etika, pendidikan dan kearifan lokal Indonesia saat soft Launching Gerakan Patrion, Rabu (11/6) siang di Cilandak, Jaksel

Nasionalnews.id, Jakarta– MEMILIKI rasa khawatir dan kepedulian yang mendalam terhadap masa depan generasi penerus bangsa rasanya tak banyak dilakukan orang namun, di tengah kenyataan dan tantangan dari persoalan yang ada komunitas Patrion (Patriot Nusantara) justru tengah gencar melakoninya. Rabu (1/6) siang, Patrion menggelar acara soft launching bertema PATRION hadir untuk Nusantara di D’Maritime Café N Resto Cilandak KKO, Jaksel.

Dalam acara yang dihadiri beragam profesi, pejabat, dan media tersebut sebuah gerakan baru bertajuk Patrion Movement resmi diperkenalkan. Gerakan Patrion (Patrion movement) itu sendiri lahir sebagai jawaban membangkitkan kembali semangat patriotisme, nasionalisme, dan kreativitas berlandaskan kekayaan budaya luhur Nusantara. Sementara lahirnya Patrion itu karena didasari oleh kepedulian mendalam terhadap potensi lunturnya nilai-nilai kebangsaan di era globalisasi. Gerakan ini sudah lama dicanangkan setelah hampir 15 tahun dibangun

Para inisiator gerakan ini melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menciptakan sebuah medium kolaboratif yang dapat merangkul seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, seniman, komunitas, hingga pemerintah untuk bersama-sama merawat identitas bangsa.

img 20250612 wa0057
“Pada prakteknya pelaksanaan gerakan Patrion tebih menekankan bahwa gerakan ini bersifat terbuka dan inklusif bagi siapa saja yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia” Ujar Ichsan Ashadi, founder Patrion dalam sambutannya Rabu (11/6) lalu.

“Soft launching ini merupakan momen perkenalan pertama kami (patrion) kepada publik di mana, setelah 15 tahun lalu konsep ini dirintis dan baru diperkenalkan dalam satu tahun ini . Patrion hadir untuk Nusantara, untuk bangsa Indonesia bersama-sama dengan elemen bangsa ini mengobarkan semangat patriotisme dan siap memajukan Indonesia”Ujar Ichsan Ashadi, selaku founder Patrion dalam sambutannya.

Menurut Ichsan, Patrion adalah sebuah simbol semangat besar anak negeri dalam upaya membangun bangsa melalui karya-karya yang memiliki identitas Nusantara dan karakter bangsa yang kuat. Membangun karya dengan mengedepankan nilai-nilai budaya, pendidikan dan etika. Lahirnya Patrion didasari oleh rasa cinta tanah air (pro patria) yang mendalam terhadap potensi lunturnya nilai-nilai kebangsaan dewasa ini.

“Patrion Movement mengajak seluruh elemen bangsa bersatu padu untuk terlibat secara partisipatif dan kolaboratif berjuang bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045”, imbuh Ichsan lagi.

Dalam sambutannya, Ichsan terlihat senang dan bahagia. Ia tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran stakeholder dan elemen bangsa seperti pemerintah, swasta, politisi, seniman, budayawan, gen Z, publik figur turut hadir untuk bersama-sama berkolaborasi dalam simbol pergerakan.
​
Hadir saat launching Yayuk Sri budi Rahayu, S.Sos,M.Pd (Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi kementrian Kebudayaan RI), Selliane Halia Ishak, S.sos, M.Pd (Dir. Periklanan, kementrian Ekonomi Kreatif), Hariqo Wibawa Satria (Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan), Syarif Maulana Raden Heru RusyamsiArisnstareza (mewakili raja-raja Nusantara dan ketua umum lembaga negara perintis kemerdekaan RI), Sarjan Tahir (anggota DPR-RI), Laksamana muda TNI Julius Widjojono C.H.R.M.P (staf khusus Kasal), Teuku Badrudin (Sultan Samudra Pasai), Guru Gembul (content creator), dll yang tak beranjak sejak acara dimulai hingga selesai. Tampak pula gitaris Pay Burman (BIP) mewakili musisi saat penyematan pin Patrion di atas panggung.

Dalam sambutannya, Selliane Halia Ishak, S.sos, M.Pd selaku Direktur Periklanan, kementrian Ekonomi Kreatif menyambut baik kehadiran Patrion dan gerakannya. Ia pun berharap kementriannya bisa bersinergi dan sangat mendukung penuh kegiatan dari Gerakan yang dibuat Patrion.

Gerakan Patrion berfokus pada tiga pilar utama: Pendidikan, Budaya, dan Etika. Tujuannya bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan untuk menghasilkan karya-karya nyata yang kreatif dan berdampak. Dengan mengobarkan semangat kreativitas, Patrion berharap dapat membuka lapangan pekerjaan secara masif di industri kreatif yang pada akhirnya akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

img 20250612 wa0058
“Etika Nusantara yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan dilandasi filosofi kehidupan merupakan pedoman moral dalam masyarakat” Ujar Syarif Maulana Raden Heru Rusyamsi Arianatareza yang mewakili raja-raja Nusantara saat didapuk memberikan sambutan

“Etika Nusantara yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan dilandasi filosofi kehidupan merupakan pedoman moral dalam masyarakat,” ujar Syarif Maulana Raden Heru Rusyamsi Arianatareza yang mewakili raja-raja Nusantara saat didapuk memberikan sambutan.

Ia juga mengajak kepada semua yang hadir untuk berkomitmen dan menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya, pendidikan dan etika Nusantara.

Salah satu pilar budaya yang beraksi saat pelaksanaan acara launching adalah menampilkan seni kearifan lokal. Sebuah tarian Jaipong dari sanggar Puti Ranggapati didapuk tampil diawal dan akhir acara.

Patrion selalu melakukan aksi nyata melalui program unggulan. Untuk menerjemahkan visinya, Patrion tidak hanya bergerak di ranah digital tetapi, juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui serangkaian program unggulan, diantaranya: Kunna Bercerita yaitu program edukasi untuk anak-anak usia dini yang menanamkan nilai adab, kesantunan, dan budaya Nusantara melalui kegiatan mendongeng, menggambar, dan berkarya. Kegiatan ini sudah berjalan dan bekerja sama dengan beberapa sekolah-sekolah.

Lalu ada kegiatan Karya Cipta Lagu dimana orang bisa untuk kreatif menciptakan lagu-lagu yang membangkitkan rasa cinta Tanah Air. Salah satu contoh adalah seperti“Indonesia Nusantaraku” yang dinyanyikan oleh Penyanyi cilik Rishy Loco saat mengisi acara launching siang itu..

Sementara itu keberadaan wujud Patrion diperkenalkan dalam berbagai karakter (icon) dari superhero animasi yang mengangkat kisah-kisah kejayaan Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Icon ini dirancang untuk menjadi idola baru bagi anak-anak Indonesia.

Nah, untuk produksi konten kreatifnya Patrion mempersiapkan berbagai program film, serial animasi, dan konten edutainment yang akan didistribusikan secara luas melalui aneka platform media.

Dengan berlandaskan ideologi Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Patrion ingin menegaskan kembali identitas Indonesia sebagai bangsa pejuang yang tidak kenal menyerah dan bangga akan warisan budayanya.

Pada intinya, gerakan ini adalah panggilan bagi setiap individu untuk menjadi “Patriot Nusantara” di bidangnya masing-masing.

Peluncuran Patrion Movement menandai sebuah babak baru dalam upaya kolektif menjaga dan memajukan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan fokus pada karya nyata. Gerakan ini mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk berkontribusi secara kreatif demi mewujudkan Indonesia yang lebih berbudaya, berkarakter, dan berjaya.

img 20250612 wa0059
Delapan jagoan karya Patrion berasal dari hasil representasi Bhinneka Tunggal Ika sebagai tonggak awal memperkenalkan 8 karakter superhero yang mewakili keberagaman Indonesia. Mereka adalah Patrion bernama Kunna (Jawa), Wabu (DKI Jakarta), Asta (Bali), Taran (Sumatera), Arun (Sulawesi), Kabi (Papua), Sanu dari Pulau (Kalimantan), Antos (Atlantis)

Patrion Hadir untuk Indonesia

Sementara untuk menjawab kekhawatiran atas derasnya arus konten asing di platform-platform digital yang dinilai tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia, Patrion menyajikan menu beragam yang selaras dengan kekayaan kearifan lokal yang ada. Di sini gerakan Patrion meluncurkan 8 karakter jagoan superhero yang berakar dari kekayaan budaya berbagai pulau di Indonesia. Tindakan ini dibuat dalam upaya mengisi kekosongan idola lokal bagi generasi muda di suatu tempat dan diharapkan bisa memberi pengaruh positif di dalam kehidupannya.

Untuk mengisi kehadiran dan memunculkan tokoh- tokoh superhero yang dapat menginspirasi dan menjadikannya idola lokal. Gerakan Patrion pun berusaha menyajikan tokoh pahlawan lokal, sehingga generasi muda diharapkan tidak lebih banyak mengadopsi budaya luar. Di sini fungsi patrion hadir sebagai badan usaha holistik yang bertujuan mengemas nilai-nilai budaya, kesenian, dan budi pekerti luhur Nusantara ke dalam format hiburan, produk, dan pendidikan yang modern dan kreatif.

img 20250612 wa0061

Delapan jagoan karya Patrion berasal dari hasil r representasi Bhinneka Tunggal Ika sebagai tonggak awal memperkenalkan 8 karakter superhero yang mewakili keberagaman Indonesia. Mereka adalah Patrion bernama Kunna (Jawa), Wabu (DKI Jakarta), Asta (Bali), Taran (Sumatera), Arun (Sulawesi), Kabi (Papua), Sanu dari Pulau (Kalimantan), Antos (Atlantis)

Dari sekian karakter jagoan yang ada tentu memiliki kekuatan unik yang bernuansa lokal dan siap membela kebenaran. Keberagaman latar belakang mereka justru menjadi kekuatan, memegang teguh semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam satu tim yang solid.

Pendekatan Holistik untuk Generasi Emas
PATRION ada pada karakter dan membangun ekosistem yang utuh melalui berbagai platform Karakter Multi-Dimensi Konten dikemas sesuai segmentasi usia, yaitu PATRION MINIS (balita), PATRION Growth (anak 7-10 tahun), dan PATRION HUMAN (remaja hingga dewasa).

Produk Merchandise: Berbagai produk seperti buku mewarnai, tumbler, fashion, dan komik dirancang dengan desain yang menanamkan nilai budaya dan cinta tanah air.
Program Acara: Menyiapkan program berkualitas seperti PATRION TRAVEL SHOW, sebuah acara petualangan yang mengupas sejarah dan keunikan budaya Nusantara secara kreatif dan informatif.

Ekspansi Digital: PATRION akan merambah dunia Metaverse dan telah meluncurkan situs resmi www.patrion.id, memastikan kehadirannya relevan dengan perkembangan teknologi.

Keberadaan Patrion sangat didukung oleh berbagai pihak. bukan hanya dari dunia seni dan hiburan saja tetapi juga dari JNE, Film serta tokoh dan selebritis seperti Derry Derajat, Dul Jaelani, Pegiat literasi Maman Suherman, dll.

Pada prakteknya pelaksanaan gerakan Patrion tebih menekankan bahwa gerakan ini bersifat terbuka dan inklusif bagi siapa saja yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia.

“Karena kita semua adalah PATRION. Patriot Nusantara,” Tegas pria ramah senyum ini semangat.

Nah, PATRION mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung gerakan ini, karena mempersiapkan generasi emas Indonesia dimasa depan adalah perjuangan dan tugas bersama… Semoga sukses selalu !!

—————————— Abie Mujib

No More Posts Available.

No more pages to load.