Gerakan Reresik Sekolah Serentak Mulai Jumat Wage, Libatkan Ratusan Murid di Yogyakarta

oleh -
oleh
img 20260205 wa0006

NASIONALNEWS.id,YOGYAKARTA-Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan setiap hari Pasaran Jumat Wage sebagai hari rutin untuk kegiatan bersih-bersih di seluruh sekolah di wilayah tersebut. Inisiatif ini dikenal sebagai Gerakan Reresik Sekolah, yang dicanangkan sejak tahun 2025. Kegiatan perdana akan digelar secara serentak pada Jumat, 6 Februari 2026, bertepatan dengan Gelar Pelajar dan Pemuda yang difokuskan di SMP Negeri 6 Yogyakarta.

 

Hasyim S.I.P.M.Acc, Kepala Bidang Pembinaan SMP Kantor Disdikpora Kota Yogyakarta, menyampaikan bahwa gerakan ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tentang “Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Asri.” Dalam jumpa pers pada Kamis, 6 Februari 2026, di ruang rapat Diskominfosan Kota Yogyakarta, ia menjelaskan bahwa ribuan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP di seluruh Yogyakarta akan turut serta dalam upaya ini.

 

Disdikpora juga menggelar Lomba Kebersihan Sekolah yang mencakup TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Penilaian lomba akan dilaksanakan secara serentak hingga 16 Februari 2026, dengan melibatkan tim juri dari berbagai instansi terkait. Tujuannya adalah membudayakan gaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, serta mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, indah, dan nyaman.

 

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Kantor Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, merinci bahwa 9 sekolah di kawasan Simpang Empat Jetis akan menjadi fokus utama. Kawasan ini dipilih karena strategis, dengan adanya berbagai jenjang pendidikan, termasuk Sekolah Taman Siswa Ibu Pawiyatan.

 

Target Gerakan Reresik Sekolah meliputi area-area seperti kelas, halaman, taman, kamar mandi, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain, yang kemudian akan diperluas ke lingkungan sekolah seperti jalanan terdekat. Menik Ria Agustingsih, Kepala UPT Jaminan Pendidikan Daerah Disdikpora Kota Yogyakarta, menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur pendidikan tetapi juga memperluas dukungan melalui program bantuan bagi keluarga kurang mampu.

 

Program utama yang disediakan antara lain Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) untuk peserta didik dari keluarga miskin (berbasis Kartu Menuju Sejahtera/KMS atau KSJPS) di jenjang TK hingga SMA/MA/SMK, baik negeri maupun swasta. Selain itu, ada program “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” untuk mahasiswa aktif semester 1-8 yang terdaftar KSJPS, dengan sistem reimbursement biaya kuliah hingga Rp8 juta per tahun. Syarat utama penerima adalah tercatat dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial, sehingga memastikan pelajar dapat membeli peralatan sekolah melalui JPD.

(Ridar)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.