LSM Panglima Minta Pemerintah Tangerang Serius Tangani Covid-19

oleh -
LSM Panglima
Danil Yuhendra Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Anggaran dan Aparatur Pemerintah (LSM Panglima).

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah Provinsi Banten pada beberapa waktu yang lalu, untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Di tiga wilayah Banten diantaranya Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Anggaran dan Aparatur Pemerintah (LSM Panglima).

Sekretaris LSM Panglima, Danil Yuhendra menilai Pemerintah Tangerang kurang serius, kurang jelas dan kurang responsif pergerakannya, seperti panik sehingga waktu 14 hari untuk meliburkan sejumlah titik tidak jelas langkah apa saja yang akan dilakukan .

“Satgas atau tim yang menangani korona ini ga jelas, rumah sakit mana yang ditunjukpun tidak jelas, seharusnya selama 14 hari diliburkan itu, pemerintah Tangerang sudah mulai menyasar tempat tempat yang ditentukan untuk melakukan penyemprotan disinfectant, kan anggaran ada, dana cadangan APBD,” ungkap Danil kepada Nasional News di Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (18/3/2020).

Danil meminta Pemerintah Tangerang, mencontoh apa yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta selama 14 hari diliburkan. Tempat hiburan, fasilitas publik, sekolah-sekolah disemprot disinfectant untuk mengantisifasi penyebaran virus Covid-19, sehingga penanganan yang jelas tidak membuat masyarakat bingung dan panik.

“Selain masyarakat diberi pemahaman untuk tidak panik, beri mereka kejelasan penanganan, sehingga kalaupun penyakit itu sampai hadir di wilayah mereka tidak panik, karena arahannya jelas,” tutupnya. (yu)