NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Majelis Daarul Mustofa menggelar peringatan Isra Mikraj dan Haul ketujuh Ibu Namah Binti H. Sadih sekaligus tawaqufan yang diselenggarakan di Aula Majelis Daarul Mustofa tepatnya di Jalan Salak Putih, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangsel, Jumat, (06/02/2026) malam.
Acara dihadiri Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan, Ust. DR. H. Abdul Rozak, M.Ag., sekaligus mengisi tausiah. Dalam ceramahnya, Abdul Rozak mengajak umat muslim kampung Bojong khususnya dan umat muslim pada umumnya untuk menjaga toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.
Dirinya mengatakan peringatan Isra Mikraj harus dijadikan momentum mengoreksi diri untuk menambah keimanan kepada Allah SWT, Sholat lima waktu wajib dilaksanakan, berbuat baik kepada sesama manusia baik yang beragama islam maupun non islam. Iua juga mengajak kepada seluruh umat muslim, menjelang datangnya bulan suci Romadhan harus bisa menjaga kesuciannya, jangan dinodai dengan hal-hal yang negatif.

“Pesan saya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, mari kita ciptakan suasana yang kondusif, sambut bulan puasa ini penuh dengan kegembiraan, penuh keriangan, isi dengan hal-hal yang positif, perbanyak baca Alqur’an, sholat taraweh jangan sampai ditinggalkan, karena sholat taraweh itu hanya setahun sekali, adanya dibulan suci Ramadhan, jadi sayang kalau sampai dilewatkan,” tuturnya
Semntara pemimpin Majelis Daarul Musthofa, Ust. Amil Martin Lesmana mengatakan, majelis ini sudah berdiri sejak empat tahun silam tepatnya pada tahun 2021. Ia menjelaskan, sebelum majelis ini berdiri sudah ada pengajian door to door. Namun ia menilai kegiatan pengajian dari rumah ke rumah yang dilakukan selama ini kurang kondusif sehingga dirinya berinisiatif membangun gedung untuk kegiatan majelis taklim.
“Sebelumya sudah ada pengajian seperti ini yang dilakukan dari rumah kerumah. Namun saya melihat kegiatan pengajian seperti ini kurang kondusif mengingat tempatnya terkadang kurang memadai. Saya sebagai pengasuh berinisiatif untuk membangun gedung tempat kegiatan majelis taklim,” ujarnya
Martin menambahkan, tujuan dibentuknya Majelis Daarul Musthofa yaitu untuk memberantas kekurangan pengetahuan ilmu agama dimasyarakat umum terutama dikalangan usia senja yang sudah tidak memiliki kegiatan exclusif dikeluarganya, maka dengan keberadaan majelis Daarul Musthofa diharapkan bisa mewadahi untuk belajar ilmu agama. Karena menurut Martin belajar itu tidak mengenal usia tua, asalkan ada tekad untuk belajar
“Tujuannya pertama untuk memberantas kekurangan ilmu agama, terutama bapak-bapak yang sudah tidak punya kegiatan exklusif dikeluarganya. Makanya saya membentuk majelis ini untuk mewadahi bagi mereka-mereka untuk belajar ilmu agama. Umur atau usia tua bukan halangan untuk belajar hingga akhir hayat,” tambahnya
Martin juga menyebut tantangan membentuk majelis taklim ini pasti ada, namun dirinya menjalaninya dengan sabar. Setiap ada hujatan dan hinaan Ia menerima dengan ikhlas. Pihaknya sangat terbuka dan menerima segala kritikan dan masukan agar majelis yang didirikannya bertambah baik. Martin juga berharap santri-santri yang sudah belajar bisa istiqomah dan bisa memanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan umat. Ia juga mengajak kepada masyarakat yang belum bergabung diharapkan bisa mengikuti jejak teman-temannya yang sudah bergabung untuk belajar ilmu agama. (Adek Sukarsin)








