NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA – Sulit Air Sepakat (SAS) Yogyakarta terus menghidupkan kegiatan organisasi melalui program sosial, keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya Minangkabau. Memasuki periode kedua kepemimpinan Lathifah Zul untuk masa jabatan 2026–2030, berbagai kegiatan resmi organisasi telah berjalan selama tiga bulan.
Lathifah Zul mengatakan, SAS Yogyakarta saat ini memiliki sekitar 70 anggota. Berbagai program disiapkan agar organisasi perantau asal Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tersebut tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami ingin SAS menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, sekaligus mengembangkan potensi anggota di perantauan,” ujar Lathifah.
Sejumlah kegiatan rutin telah berjalan, antara lain pengajian setiap bulan, pertemuan keluarga dan arisan, serta penyuluhan kesehatan.
SAS Yogyakarta juga mengembangkan kegiatan belajar memasak untuk meningkatkan keterampilan anggota. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan keluarga perantau.
Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari program organisasi. Salah satunya melalui latihan tari bagi anak-anak sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Minangkabau kepada generasi penerus.
Menurut Lathifah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengurus untuk menjaga ikatan kekeluargaan masyarakat Sulit Air meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Penguatan kegiatan SAS Yogyakarta berjalan seiring dengan penguatan organisasi di tingkat wilayah. Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus DPW SAS VI di Ballroom Hotel Grand Serela Yogyakarta, Minggu (1/11/2026).
Dalam pelantikan yang dilakukan Ketua Umum DPP SAS, Nasferi Anwar, SH, MM, Drs. Herlin Luthan, MM, resmi dipercaya sebagai Ketua DPW SAS VI.
Wilayah tersebut membawahi empat DPC, yakni Yogyakarta dengan Ketua Lathifah Zul, Solo dipimpin Dr. Betty Gama, M.Si, Surabaya dipimpin H. Al Indra Sutan Sampono Mudo, serta Denpasar yang diketuai Fachruddin Piliang.
Pada kesempatan yang sama, juga dilantik pengurus Korwil VII yang meliputi Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. M. Hafidz Dzaki, S.I.Kom., dipercaya sebagai ketua.
Selain itu, Ketua Umum DPP Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air (IPPSA), Rinaldi Yogi Pratama, melantik pengurus DPC IPPSA Yogyakarta dengan Rizqy Rahmat Danni sebagai ketua.
Lathifah menjelaskan, Sulit Air Sepakat merupakan organisasi perantauan masyarakat Minangkabau asal Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Organisasi ini termasuk salah satu perkumpulan perantau Minangkabau yang besar dan telah lama berdiri. Jaringannya kini memiliki lebih dari 100 DPC di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Bahkan, komunitas SAS telah berkembang hingga Melbourne, Sydney, Malaysia, dan Amerika Serikat.
Luasnya jaringan tersebut menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Sulit Air yang tetap terjaga meskipun berada di berbagai daerah dan negara.
Melalui periode kepengurusan 2026–2030, Lathifah berharap SAS Yogyakarta semakin berkembang dan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anggota.
Baginya, menjaga persaudaraan di tanah rantau bukan hanya dengan berkumpul, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memperkuat keluarga, ekonomi, dan identitas budaya Minangkabau. (Jat/Ridar)






