NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Ajang Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional 2026 tak sekadar mencari perempuan dengan paras menarik. Kompetisi yang memasuki tahun ke-40 ini menekankan karakter, kecerdasan, budaya, karya, hingga kepedulian sosial.
Grand final digelar di Museum Busana Nusantara Putri Citra Indonesia (Museum Anaia dan Alisha), Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (6/10). Kegiatan yang diprakarsai Yayasan Argadia Citra Indonesia bersama Yayasan Arga Citra Indonesia ini berlangsung 4-7 Oktober 2026.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama istri dan sejumlah kepala perangkat daerah hadir dalam acara tersebut.
Danang mengatakan, Sleman bangga dipercaya menjadi tuan rumah ajang berskala nasional itu. Menurutnya, Pemilihan Putri Citra Indonesia bisa menjadi ruang untuk melahirkan generasi perempuan Indonesia yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berbudaya dan memiliki kepedulian sosial.
“Pemilihan Putri Citra Indonesia bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan panggung pembuktian bahwa perempuan Indonesia adalah pilar peradaban yang memegang teguh akar budaya di tengah arus modernisasi,” kata Danang.
Ia juga mengingatkan para finalis pada filosofi Jawa, “Ajining diri gumantung ing lathi, ajining raga gumantung ing busana.”
Filosofi tersebut, kata Danang, mengajarkan bahwa seorang Putri Citra perlu menjaga tutur kata, perilaku, sekaligus memiliki kedalaman berpikir.
“Karena itu, seorang Putri Citra sejati tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari bagaimana ia berbicara, bersikap dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pemilihan Putri Citra Indonesia Tingkat Nasional 2026, Nanik Prastiya Nyono, mengatakan ajang tahun ini mengusung tema “Pesona Perempuan Indonesia Berkarakter, Berkarya, Menginspirasi”.
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kecantikan perempuan Indonesia tidak berhenti pada penampilan luar.
“Kecantikan sejati tidak hanya tercermin dari penampilan, tetapi juga dari karakter, kecerdasan, integritas, serta kemampuan untuk menghasilkan karya dan memberikan inspirasi,” kata Nanik.
Melalui ajang tersebut, para finalis diharapkan mampu menunjukkan kualitas diri sebagai perempuan Indonesia yang percaya diri, berkarakter, tetap berpegang pada nilai budaya, sekaligus mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
Gelaran ke-40 Pemilihan Putri Citra Indonesia ini pun menjadi bagian dari upaya menempatkan perempuan bukan hanya sebagai simbol kecantikan, tetapi sebagai sosok yang mampu berkarya, menginspirasi, dan memberi dampak positif bagi lingkungan. (Jat)











