NASIONALNES.ID YOGYAKARTA, Memasuki usia dua dekade, Plaza Ambarrukmo menyiapkan perayaan akbar bertajuk Swarnacitta. Tak sekadar seremoni ulang tahun, pusat perbelanjaan yang berdiri sejak 5 Maret 2006 ini memastikan akan menghadirkan pertunjukan besar yang memadukan budaya, belanja, dan fashion dalam satu panggung perayaan.
Hal itu ditegaskan General Manager Plaza Ambarrukmo, M. Ferra Devi, dalam konferensi pers Swarna Citta 20th Anniversary di Balcony Plaza Ambarrukmo, Kamis (26/2/2026).di Plaza Ambarukmo Yogyakarta.
“Dua puluh tahun adalah perjalanan panjang yang penuh cerita. Kami ingin merayakannya dengan sesuatu yang berkesan dan melibatkan banyak pihak—bukan hanya hiburan, tetapi juga budaya dan kreativitas,”jelasnya
Tema Swarnacitta—berasal dari bahasa Sanskerta, Swarna (emas) dan Citta (jiwa)—dimaknai sebagai semangat kebersamaan yang bernilai luhur. Rangkaian acara akan berlangsung pada 4–14 Maret 2026, dengan sejumlah agenda besar, mulai dari pagelaran budaya, program belanja, hingga konser musik.
Salah satu sorotan adalah gelaran fashion bertajuk Modest Sera Runway pada 6–7 Maret 2026 di Main Atrium. Plaza Ambarrukmo berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Yogyakarta untuk menghadirkan perhelatan mode yang terbuka bagi desainer profesional dari dalam maupun luar kota.
Perwakilan IFC Yogyakarta, Sutardi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini telah dirancang jauh hari sebelum momen ulang tahun ke-20 ditetapkan sebagai panggung utamanya.
“Kami sudah melakukan komunikasi sebelumnya. Akhirnya menemukan momentum yang tepat saat Plaza Ambarrukmo berulang tahun. Kami diberi dua hari penuh untuk mengisi acara fashion show, dan konsepnya kami buat padat dari siang hingga malam,” kata Sutardi.
Ia menjelaskan, rangkaian acara tidak hanya menampilkan peragaan busana, tetapi juga lomba anak, talk show, hingga workshop. Sementara sesi sore dan malam akan diisi dua kali fashion show dengan deretan desainer profesional.
Sebanyak 58 desainer dipastikan ambil bagian tahun ini. Komposisinya seimbang: 50 persen dari Yogyakarta dan 50 persen dari luar kota.
“Event ini terbuka untuk umum, tidak terbatas pada satu organisasi. Desainer bebas menampilkan identitas dan gaya masing-masing, termasuk koleksi edisi Lebaran,” jelasnya.
Empat nama desainer dan figur publik turut meramaikan panggung, di antaranya Nisa Choirina, Iron Maulana, serta dua figur nasional: Ramlan dan Shinta Manson. Selain itu, akan tampil pula desainer busana pengantin muslim berbasis wastra.
Sutardi menegaskan, konsep modest yang diusung bukan semata busana muslim.
“Modest itu busana sopan—tertutup, tidak menonjolkan belahan, menutup kaki. Bisa formal, bisa kasual. Ini berbeda dengan muslim wear. Jadi spektrumnya lebih luas,” jelasnya.
Ferra Devi menambahkan, kolaborasi dengan IFC menjadi bagian dari komitmen Plaza Ambarrukmo mendukung ekosistem kreatif Yogyakarta.
“Kami ingin ruang ini menjadi panggung bersama. Tidak hanya untuk belanja, tetapi juga untuk karya dan ekspresi,” katanya.
Ke depan, pihaknya bahkan telah merancang rencana lebih besar untuk tahun mendatang, dengan kemungkinan memperluas area pertunjukan hingga ke luar gedung.
“Insyaallah, tahun depan akan lebih besar lagi. Bukan hanya di dalam, tetapi juga merambah ruang luar,” jelas: Sutardi.
Melalui Swarnacitta, Plaza Ambarrukmo tidak hanya merayakan usia 20 tahun, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang temu budaya, industri kreatif, dan publik—sebuah perayaan jiwa yang terus berkilau seperti emas. (Satrio)






