NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan, Ust. DR. H. Abdul Rozak, M.Ag., menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penguatan toleransi dan kerukunan beragama. Hal ini dikatakannya saat mengisi ceramah pada acara Peringatan Isra Mikraj dan Haul ketujuh Ibu Namah Binti H. Sadih sekaligus Tawaqufan Majlis Taklim Daarul Musthofa yang diselenggarakan di Aula Majelis, Salak Putih, Jumat, (06/02/2026) malam
Abdul Rozak menjelaskan makna dari Isra Mikraj adalah merupakan peristiwa agung perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjut ke Langit ketujuh untuk bertemu dengan Allah SWT.
“Jadi Isra Mikraj adalah perjalanan rohani dalam rangka memenuhi panggilan Allah SWT,” ungkapnya
Menurutnya Isra Mikraj akan menjadi inspirasi bagi kehidupan umat islam karena didalamnya terdapat pesan-pesan yang mengandung ajaran keseimbangan akal, Toleransi, kerukunan serta kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Ia pun mengajak kepada seluruh umat muslim seyogyanya harus optimis dan menghindari prilaku pesimis dan harus yakin dengan kebesaran Allah SWT.
“Pesan atau hikmah yang bisa kita ambil adalah bahwa Isra Mikraj menunjukan adanya ajaran keseimbangan akal, tolreansi dan kerukunan. Jadi dalam hidup umat muslim harus optimis, harus yakin, dengan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Hindari prilaku pesimis, apalgi tidak percaya diri akan kekuasaan Allah SWT. Nah itu salah satu implementasi peristiwa dari Isra wal Mikraj,” tuturnya.
Lebih lanjut Abdul Rozak menjelaskan, dalam mewujudkan sikap toleransi dan kerukunan umat beragama yang paling terpenting adalah sikap saling menghormati, menghargai dan memahami antara umat beragama.
“Jadi sikap saling menghormati, menghargai harus dijaga. Sikap Saling menyalahkan, melecehkan, merendahkan dan mengklaim bahwa dirinya paling benar atau prasangka-prasangka yang mengarah kepada merendahkan komunitas agama lain, itui yang harus kita hindari,” lanjutnya.
Dirinya sangat yakin dengan menjaga sikap dasar toleransi, kerukunan umat beagama akan terwujud. Ia pun berpesan kepada umat islam yang ada di Tangerang selatan khususnaya dan umat muslim pada umumnya untuk menjaga kerukunan dan kemajemukan yang ada di negara Indonesia. Ia juga mengajak kepada umat muslim menjelang datangnya bulan Ramadhan harus disambut dengan kegembiraan dan penuh optimisme dan keyakinan serta menghindari hal hal yang merusak kesucian bulan ramadhan.
Dalam kesempatan itu pula, Abdul Rozak menyampaikan harapannya agar Majlis Daarul Mustopa agar terus berkembang serta masyarakat yang hadir ikut bertambah, begitu juga dengan tenaga pengajarnya makin bervariasi agar supaya dapat menambah pengetahuan dan mencerahkan masyarakat, khususnya di kampung Bojong dan masyarakat Tangerang Selatan pada umumnya dengan kajian-kajian islam. (Adek Sukarsian)








