NASIONALNEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Sejumlah PAUD di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengajak para orang tua melihat potensi anak dari sisi yang lebih luas. Lewat kegiatan Parenting Multiple Intelligences bertema “Semua Anak adalah Bintang”, orang tua dikenalkan pada sembilan jenis kecerdasan yang bisa berkembang sejak usia dini.
Kegiatan tersebut digelar dalam empat kesempatan, yakni di PAUD Khaleda Muara Kaman pada Ahad (20/9/2026), TKIT Al Ihsan Muara Kaman pada Senin (21/9), TKIT Ulya SP 2 Manunggal Daya Sebulu pada Selasa (22/9), serta Hafcil dan TPQ Darul Furqon Sidomukti Kaman pada Ahad (27/9).
Suasana kegiatan berlangsung hangat. Para orang tua mengikuti materi dengan antusias melalui berbagai praktik dan permainan edukatif yang membuat sesi parenting tidak terasa kaku.
Narasumber dari Yogyakarta, Saiful Haq atau Kak Sha, mengemas materi dengan pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kak Sha merupakan trainer bersertifikat NLP dari California, Great Parenting dan hipnotis, Master Trainer BNSP, sekaligus penulis sejumlah buku parenting dan karya aplikatif lainnya.
Dalam sesi tersebut, orang tua tidak hanya diajak memahami konsep kecerdasan anak, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik komunikasi yang bisa diterapkan di rumah.
Salah satunya teknik “belaian mujarab” yang menjadi bagian dari pendekatan hypnoparenting. Teknik ini diarahkan untuk membangun kedekatan emosional sekaligus komunikasi yang lebih efektif antara orang tua dan anak.
Suasana semakin cair ketika Kak Sha menyelipkan humor ringan tentang “anaknya mertua (suami)”. Sontak, para ibu yang mengikuti kegiatan tertawa sehingga sesi parenting terasa semakin akrab.
Materi yang diberikan merupakan ramuan khusus Kak Sha dengan mengombinasikan konsep kecerdasan dari Howard Gardner dan pendekatan Ginanjar.
Ada sembilan kecerdasan yang diperkenalkan kepada para orang tua, yakni linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan spiritual.
Kecerdasan linguistik berkaitan dengan kemampuan bahasa dan kata. Logis-matematis berhubungan dengan logika, angka, serta pemecahan masalah. Sementara visual-spasial berkaitan dengan gambar, bentuk, ruang, dan kemampuan visual.
Selanjutnya, kecerdasan musikal berkaitan dengan nada dan irama, sedangkan kinestetik berhubungan dengan kemampuan menggunakan tubuh dan gerak.
Ada pula kecerdasan interpersonal untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain serta intrapersonal untuk memahami diri sendiri.
Kecerdasan naturalis berkaitan dengan kemampuan mengenali dan memahami alam. Sementara kecerdasan spiritual diarahkan pada kemampuan menemukan makna, nilai, tujuan hidup, serta hubungan dengan Allah.
Menurut materi parenting tersebut, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya melihat kemampuan akademik atau satu jenis kecerdasan saja.
Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola komunikasi positif dalam membentuk karakter anak.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dengan potensi masing-masing anak, sehingga mereka dapat tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan memiliki akhlak mulia di tengah tantangan zaman. (Sha)











