Bupati Sleman Temui Keluarga Dua Korban Kebakaran Trans Home

oleh -
img 20261002 111425

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Bupati Sleman Harda Kiswaya mendatangi keluarga dua karyawan yang meninggal dunia dalam kebakaran Trans Home di Jalan Solo, Mangunan, Kalitirto, Berbah, Kamis (1/10/2026) malam. Kunjungan itu menjadi bentuk dukungan dan belasungkawa Pemerintah Kabupaten Sleman kepada keluarga korban.

Harda tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 22.00 WIB. Selain melihat langsung proses penanganan dan pendinginan, ia menyempatkan diri menyapa serta memberikan semangat kepada petugas dan relawan yang sejak siang berjibaku memadamkan api dan mengevakuasi korban.

Dalam kunjungan tersebut, Harda didampingi Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar, Kepala BKPP Sleman sekaligus Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Wildan Solichin, serta Panewu Berbah Djaka Sumarsono.

Petugas gabungan yang bekerja di lokasi terdiri atas pemadam kebakaran, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, PMI, tenaga kesehatan, dan berbagai komunitas relawan. Sejumlah armada pemadam serta kendaraan pendukung dari berbagai daerah juga dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Harda melanjutkan kunjungan ke RS Bhayangkara Polda DIY. Di sana, ia menemui keluarga Sulistyani (44), salah satu korban meninggal dunia yang merupakan warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan.

Sulistyani diketahui merupakan istri Dukuh Marangan, Bokoharjo. Setelah dari rumah sakit, Bupati Sleman juga bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman dan pribadi, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan,” ujar Harda.

Kebakaran Trans Home terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan memunculkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar Berbah dan Kalasan.

Saat proses penanganan berlangsung, tim gabungan mendapat informasi masih ada karyawan yang belum berhasil keluar dari bangunan. Petugas kemudian melakukan pencarian hingga menemukan dua karyawan perempuan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar akses tangga lantai tiga.

Kedua korban tersebut adalah Wiken Novalia Davin (20), warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, dan Sulistyani (44), warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan.

Jenazah keduanya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY sebelum diserahkan kepada keluarga.

Besarnya kobaran api membuat penanganan melibatkan banyak unsur, termasuk pemadam kebakaran dari Sleman dan sejumlah daerah di DIY serta Jawa Tengah. BPBD, Basarnas, TNI-Polri, PMI, tenaga kesehatan, Angkasa Pura, Lanud Adisutjipto, UGM, dan berbagai organisasi relawan turut membantu.

Water cannon Brimob Polda DIY dan Polresta Sleman juga dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman.

Bangunan Trans Home yang terdampak kebakaran terdiri atas tiga lantai dan satu basement. Berdasarkan laporan awal di lapangan, kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp50 miliar. Nilai tersebut masih berupa estimasi dan perlu pendataan lebih lanjut.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Petugas gabungan melanjutkan proses pendinginan dan pengamanan lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Harda mengapresiasi seluruh petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari pemadaman, pencarian dan evakuasi korban hingga pendinginan.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap keluarga korban diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini. Dukungan juga diberikan kepada seluruh petugas dan relawan yang terus bekerja menangani dampak kebakaran Trans Home. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.